CEO PSIS Bandingkan Liga 1 dengan Kompetisi di Luar Negeri

Alamsyah Satyanegara Sukawijaya selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang mencoba membandingkan masalah yang dihadapi di Liga 1 dengan kompetisi liga domestik di luar negeri seperti Jerman, Inggris, dan negara-negara Asia Tenggara.

Menurut pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini, liga di beberapa negara bisa kembali jalan karena ketatnya aturan dan curva masyarakat yang terpapar Covid-19 sudah melandai.

“Sebagai contoh Liga di negara lain seperti Jerman sudah kembali berjalan sejak 15 Mei lalu. Namun dengan aturan ketat. Thailand dan Malaysia rencanya digelar September mendatang. Singapura pertengahan Juli. Amerika kemungkinan besar Juni,” tutur Yoyok Sukawi di Semarang, Jumat (29/05/20).

“Di negara-negara itu curva sudah menurun, sedangkan di Indonesia kan belum,” imbuhnya.

PSIS sendiri sebagai salah satu Liga 1 2020 mengusulkan kompetisi untuk diberhentikan total dan diganti dengan kompetisi dengan format home tournament.

Beberapa aspek seperti kesehatan, akomodasi, sarana prasarana, dan perizinan di daerah masing-masing klub dan kota yang berbeda membuat manajemen PSIS tidak yakin kompetisi Liga 1 akan berjalan dengan lancar jika dipaksakan.

Namun, manajemen PSIS tetap akan menunggu keputusan PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia soal nasib kompetisi Liga 1.

Perlu diketahui, di Indonesia saat ini curva penyebaran Covid-19 masih belum menunjukkan akan turun dalam waktu cepat sehingga akan menimbulkan risiko yang cukup besar jika kompetisi Liga 1 2020 terpaksa dilanjutkan dalam waktu dekat.