PSS ke PSSI: Susun Protokol Kesehatan jika Mau Shopee Liga 1 Lanjut

PSS Sleman mengusulkan agar kompetisi disetop. Andai Shopee Liga 1 2020 mau lanjut, Super Elang Jawa meminta PSSI menyusun protokol kesehatan.

PSS tak semerta-merta meminta untuk menghentikan kompetisi. Sebab, mereka memberikan usulan jika kompetisi berlanjut nantinya diganti dengan format baru.

Laskar Sembada juga memberi masukan, nantinya jika PSSI mengganti liga dengan turnamen, maka ada opsi tim tidak boleh ikut.

Laskar Sembada juga meminta kepada federasi agar mulai menyusun konsep sepakbola sesuai dengan protokol kesehatan. Apalagi saat ini pemerintah mulai menggaungkan konsep new normal atau kenormalan baru.

“Sekarang kan muncul konsep new normal. Kami harap PSSI bisa membuat semacam panduan sepakbola Indonesia yang sesuai dengan protokol kesehatan,” ucap Direktur Operasional PSS Hempri Suyatna melalui pesan singkat, Kamis (28/5/2020).

Sejauh ini, Hempri menyatakan kesiapan tim jika kompetisi kembali berlanjut. Namun, Hempri menekankan pada protokol kesehatan untuk lebih diperketat.

Menurutnya, keselamatan pemain jauh lebih penting daripada federasi memutuskan untuk melanjutkan liga tapi abai terhadap protokol kesehatan.

“PSS siap jika liga kembali bergulir, tapi PSSI harus memastikan protokol kesehatan benar-benar detail dan ketat. Bagaimanapun juga keamanan dan keselamatan pemain tetap yang paling utama,” dia menegaskan.

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu arahan dari PSSI. Sebab, hingga saat ini nasib kompetisi sepakbola di Indonesia masih buram.

“PSS akan mengikuti arahan kebijakan dari PSSI seperti apa,” kata Hempri.

Simak Video “Irfan Bachdim Resmi Berseragam PSS Sleman”

(cas/luc)

Jauh Hari Wawan S
2-3 menit

Logo Shopee Liga 1 PSS Sleman meminta PSSI menyusun protokol kesehatan sebelum kompetisi lanjut lagi. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)

Sleman –

PSS Sleman mengusulkan agar kompetisi disetop. Andai Shopee Liga 1 2020 mau lanjut, Super Elang Jawa meminta PSSI menyusun protokol kesehatan.

PSS tak semerta-merta meminta untuk menghentikan kompetisi. Sebab, mereka memberikan usulan jika kompetisi berlanjut nantinya diganti dengan format baru.

Laskar Sembada juga memberi masukan, nantinya jika PSSI mengganti liga dengan turnamen, maka ada opsi tim tidak boleh ikut.

Laskar Sembada juga meminta kepada federasi agar mulai menyusun konsep sepakbola sesuai dengan protokol kesehatan. Apalagi saat ini pemerintah mulai menggaungkan konsep new normal atau kenormalan baru.

“Sekarang kan muncul konsep new normal. Kami harap PSSI bisa membuat semacam panduan sepakbola Indonesia yang sesuai dengan protokol kesehatan,” ucap Direktur Operasional PSS Hempri Suyatna melalui pesan singkat, Kamis (28/5/2020).

Sejauh ini, Hempri menyatakan kesiapan tim jika kompetisi kembali berlanjut. Namun, Hempri menekankan pada protokol kesehatan untuk lebih diperketat.

Menurutnya, keselamatan pemain jauh lebih penting daripada federasi memutuskan untuk melanjutkan liga tapi abai terhadap protokol kesehatan.

“PSS siap jika liga kembali bergulir, tapi PSSI harus memastikan protokol kesehatan benar-benar detail dan ketat. Bagaimanapun juga keamanan dan keselamatan pemain tetap yang paling utama,” dia menegaskan.

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu arahan dari PSSI. Sebab, hingga saat ini nasib kompetisi sepakbola di Indonesia masih buram.

“PSS akan mengikuti arahan kebijakan dari PSSI seperti apa,” kata Hempri.