Masih Ingat Raja Gol Persija Jakarta Emmanuel Kenmogne?

Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2013 jelas bukan musim terbaik untuk dikenang para suporter Persija Jakarta. Pada musim tersebut, Persija kesulitan bersaing di papan atas.

Bukan malah berkejaran untuk menjadi juara, Persija malah tercecer di papan tengah atau bawah. Dari awal tim dibentuk pun sudah tak meyakinkan, karena mereka hanya memiliki 19 pemain.

Ancaman degradasi menghampiri Persija jiika tidak berbenah menyambut putaran kedua. Untung saja, hadir sosok penyelamat dari Kamerun, dia adalah Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne.

Striker asing berpaspor Kamerun dan Belgia itu jadi jawaban yang dinanti Jakmania. Semenjak itu menjadi andalan di lini depan tim yang kala itu dipimpin Benny Dolo, gol hanya menunggu waktu.

Pacho masuk menggantikan Pedro Javier, menambal minimnya striker yang dimiliki Persija kala itu. Gol pertamanya terjadi pada 15 Mei, kala Macan Kemayoran melumat Barito Putera, 3-0.

Gol demi gol disumbangkan Kenmogne, dan sering kali gol tersebut menjadi penentu tiga poin tim ibu kota. Selebrasi menjadi Macan, turut membuat Kenmogne menjadi idola baru Jakmania.

Sayangnya hubungan Pacho dan Persija tak bisa diperpanjang pada musim berikutnya. Musim 2014 Persija tetap seadanya, dan Kenmogne menyeberang ke Persebaya yang kini Bhayangkara FC.

Ketajaman Pacho tak berhenti, ia bahkan menasbihkan diri sebagai topskorer dengan catatan 25 gol. Di tim tersebut, banyak hattrick yang dicatatkan oleh Kenmogne, bukti dirinya punya kualitas.

Sudah cukup menguasai kompetisi Indonesia, Pacho kemudian memilih melanjutkan karier di Malaysia pada musim 2015, dengan menjadi bagian Kelantan FA. Sungguh menjadi keputusan yang tepat.

Karena pada 2015, kompetisi Indonesia dihentikan akibat sanksi FIFA sebagai dampak intervensi pemerintah melalui Kemenpora. Karier Pacho rupanya tak bagus di Negeri Jiran, dan kembali ke Persija.

Ia sempat membela Persija pada 2016, namun usia memperlihatkan permainannya menurun. Kini Kenmogne menekuni dunia kepelatihan, diketahui berkarier di Belgia, dan menjadi asisten pelatih RJS Tamines.