Manajer Arema FC: Menghentikan Industri Sepakbola Bukan Jalan Keluar

Manajemen Arema FC menilai kebijakan pemerintah yang ingin menerapkan tatanan kehidupan baru berdampingan dengan pandemi virus Corona menjadi kesempatan bagus untuk menjalankan kembali industri sepakbola.

Malang Raya menjadi salah satu wilayah yang akan menerapkan New Normal pada bulan depan, meski Jawa Timur tidak termasuk ke dalam daftar provinsi yang akan diterapkan kebijakan itu.

General manager Ruddy Widodo mengatakan, industri sepakbola dengan seluruh stakeholder yang ada di dalamnya harus tetap berputar. Menurutnya, sepakbola tidak bisa menunggu hingga vaksin yang membunuh virus Corona ditemukan.

“Kita tidak bisa menunggu sampai vaksin itu ditemukan. Kita harus kembali ke pola hidup normal, tapi dengan pola hidup yang baru. Menghentikan bergulirnya industri, termasuk industri sepakbola bukan jalan keluar,” ucap Ruddy diwartakan laman Wearemania.

Ruddy mencontohkan ibunya yang terjangkit kanker, dan bisa bertahan hidup dengan mengandalkan obat herbal. Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan keinginan pemerintah menerapkan New Normal.

Menurut Ruddy, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan kanker. Penyembuhan dan perawatan yang ada sekarang hanya membantu menjaga kondisi tubuh pasien agar tetap bertahan melawan kanker. Kondisi itu membuat keluarganya tidak memilih jalan operasi atau kemoterapi untuk sang ibu.

“New normal ini saya mengistilahkan, berharap virus itu tidak mengganggu kita, dan kita juga tidak mengganggu virus itu. Sama saja dengan kanker yang ada di dalam tubuh ibu saya,” papar Ruddy.

“Sampai sekarang setelah menjalani pengobatan herbal tetap stadium 1, tidak bisa berkembang, tapi juga tidak bisa hilang. Ibu saya berdamai dengan kanker yang ada di tubuhnya.”