Madura United: Jangan Korbankan Kesehatan Hanya Demi Sepak Bola

Presiden Madura United, Achsanul Qosasih, meminta supaya semua pihak tidak mengorbankan kesehatan hanya demi sepak bola.

Wacana untuk kembali melanjutkan Liga 1 2020 mulai bergaung setelah PSSI menggelar rapat virtual dengan 18 klub peserta liga pada Rabu (27/5/2020).

Sebanyak enam klub mendukung supaya kompetisi musim ini digelar kembali sedangkan 11 klub lainnya memilih Liga 1 2020 dibatalkan.

Adapun Persipura Jayapura menjadi klub netral yang akan menerima keputusan apapun.

Wacana untuk memulai kembali Liga 1 2020 di tengah pandemi COVID-19 mendapat tentangan keras dari manajemen Madura United.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, tidak setuju jika kompetisi dilanjutkan kembali selama curva COVID-19 belum mengalami penurunan.

Seperti diketahui, hingga Kamis (28/5/2020), kasus pasien positif virus corona di Indonesia mencapai 24.538 kasus dengan rincian 6.240 orang sembuh dan 1.486 orang meninggal dunia.

“Madura lebih menghargai kesehatan pemain dan semuanya,” kata Achsanul Qosasih dilansir Bolasport.com dari Tribun Jatim.

Achsanul Qosasih juga menolak semua syarat yang diberikan beberapa klub yang ingin kompetisi dimulai lagi, seperti menggelar laga tanpa penonton.

Menurutnya, meski pertandingan digelar tanpa penonton, keselamatan dan kesehatan pemain tetap terancam.

“Kalian boleh usul tanpa penonton, kalian enak nonton di Tv sambil tiduran tanpa risiko, bagaimana dengan pemain,” ucapnya.

Qosasih berpendapat bahwa para pemain bisa saja tertular ketika melakukan perjalanan menuju laga tandang.

Penularan itu bisa saja terjadi saat terbang menggunakan pesawat atau di hotel tempat mereka menginap yang belum terjami steril.

“Jangan pernah menganggap enteng virus ini, sebelum ada vaksin dan anti virusnya. Sebelum grafik turun melandai, jangan pernah berpikir lanjutkan kompetisi,” ucap pria asal Sumenep, Madura itu.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu menilai bahwa hal yang paling penting saat ini adalah mengurangi penyebaran virus corona dengan meniadakan kompetisi.

Dia pun meminta supaya semua pihak tidak mengorbankan kesehatan hanya demi sepak bola.

“Kita hentikan penularan virus ini dengan menjaga diri dari kegiatan yang berisiko,” katanya.

“Kita mencintai kesehatan demi sepak bola, jangan korbankan kesehatan (nyawa) demi sepak bola,” pungkasnya.