Dokter Timnas Indonesia Beri Saran Protokol Kesehatan untuk Liga 1

Dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi menyarankan soal protokol kesehatan jika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 kembali bergulir.

Dokter yang akrab disapa Papi itu ingin PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan tim peserta kompetisi serius menyiapkan protokol kesehatan. Rapid test menjadi yang utama untuk segera disiapkan.

“Pertama, pastikan semua peserta dan perangkat pertandingan sudah laksankan rapid test Covid-19 dan hasilnya negatif,” kata Papi, Kamis (28/5/2020).

“Handicap pembiayaan satu orang paling murah Rp950 ribu, kalau rapid test Rp300 ribu. Datang harus pakai masker,” tutur Papi.

Selain itu, protokol kesehatan juga harus diterapkan ketat di stadion. Bahkan alat penunjang pertandingan dan latihan pun harus dipantau penggunaannya sesuai protokol kesehatan.

“Kebersihan ruang ganti, air cuci tangan, sabun, hand sanitizer, tempat sampah harus disiapkan untuk menunjang. Alat latihan harus disemprot disinfektan. Bus tim bisa disiapkan dua sampai tiga buah. Misal satu bus 50 orang, jadi 25.”

“Ruang ganti, harusnya bisa 2 ruangan, besar ruanggannya agar jaga jarak, handuk satu kali pakai. Gelas disposible sekali minum buang. Botol minum kasih nama, itu saja,” tukasnya.

PSSI akan memutuskan nasib kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 pada rapat Komite Eksekutif (Exco). Rencananya PSSI akan menggelar rapat Exco selepas penetapan status force majeur kompetisi yang berakhir, hari ini.