Bagaimana Sepak Bola Indonesia Bisa Berjalan dengan New Normal?

Sepak bola Vietnam kembali hidup. Begitu pula Liga Korea Selatan. Liga Thailand dan Malaysia segera menyusul. Namun, Liga Indonesia belum jelas kepastiannya. Begitulah kondisi sepak bola di Asia, khususnya Asia Tenggara, di masa pandemi virus corona.

Mengingat angka kasus COVID-19 terbilang kecil, Vietnam mempersilakan kegiatan sepak bola dimulai kembali. Yang mengagetkan, boleh ada penonton di stadion. Berbeda dengan Korea Selatan yang pertandingannya tertutup bagi fans.

Laga Nam Dinh melawan Hoang Anh Gia Lai pada pertandingan pembuka Kualifikasi Piala Nasional Vietnam 2020 di Thien Truong Stadium, Nam Dinh, 23 Mei lalu, menjadi pertanda kembalinya denyut sepak bola di Vietnam. Ribuan orang menyaksikan partai yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan tumah tersebut.

Sebulan yang lalu, sejumlah tim di Vietnam telah kembali memulai latihan. Sebelum berlatih, lapangan lebih dulu disterilkan dengan disinfektan. Para pemain harus memakai masker hingga wajib mencuci tangan.

Apa yang terjadi di Vietnam, khususnya mengenai protokol pertandingan, berbanding terbalik dengan kondisi di Korea Selatan dan Jerman. Kedua negara ini tergolong ketat membuat pedoman untuk pertandingan sepak bola.

K League 1 atau kasta teratas Liga Korea Selatan menjadi kompetisi elite pertama yang kembali menggulirkan pertandingan. Tepatnya pada 8 Mei lalu. Agar bisa dilanjutkan, kompetisi memberlakukan aturan yang begitu ketat. Termasuk menggelar laga tanpa penonton, penyemprotan disinfektan, pengecekan suhu tubuh, pembatasan jarak di lapangan, dan para pemain dilarang bersalaman.

Bundesliga atau divisi tertinggi di Liga Jerman mengikuti jejak K League 1 pada 16 Mei. Kompetisi kembali berlanjut dengan aturan yang selektif. DFL, selaku operator Bundesliga, memberlakukan pengetesan untuk mendeteksi virus corona dua kali dalam sepekan. Pertandingan tertutup untuk penonton dan stadion maksimal dihadiri oleh 322 orang, sudah termasuk dengan skuad kedua kesebelasan, ofisial, dan petugas keamanan. Prosedur pertandingan begitu pelik, termasuk panduan kesehatan yang dibuat dengan sangat detail.

Jika sejumlah kompetisi di Asia dan Eropa sudah mulai pulih, bagaimana dengan Indonesia? Kans untuk kembali digulirkan masih ada di tengah wabah virus corona setelah Presiden Joko Widodo berencana memberlakukan new normal atau skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.

Satu di antara kajian pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) yang tertuang pada fase ketiga new normal yaitu memperbolehkan olahraga outdoor kembali digelar dengan protokol per 15 Juni 2020.

Saat ini, nasib kelanjutan kompetisi di Indonesia yang telah berjalan selama beberapa pekan segera ditentukan. Kabarnya, kompetisi musim ini yang bertitel Shopee Liga 1 bakal dibatalkan dan diganti oleh turnamen atau kompetisi dengan format baru pada September 2020. Lantas, bagaimana sepak bola Indonesia bisa berjalan dengan konsep new normal?