Alasan Persija Pilih Kompetisi Dihentikan

Persija Jakarta meminta kompetisi dihentikan sambil menunggu kondisi aman dari pandemi virus corona (Covid-19). Klub Ibukota itu juga akan mempertahankan skuatnya jika musim baru Liga 1 bergulir.

Dalam rapat virtual yang dilakukan PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan klub-klub Liga 1, mayoritas klub mengusulkan kompetisi dihentikan. Tapi ada juga yang ingin melanjutkan kompetisi dengan beberapa catatan.

Macan Kemayoran (julukan Persija) menjadi klub yang menginginkan kompetisi dihentikan. Hal itu ditinjau dari kasus Covid-19 yang jumlahnya masih cukup tinggi di Indonesia. Data dari gugus tugas Covid-19, ada 25.216 terkonfirmasi corona, 6. 492 sembuh, dan 1.520 meninggal.

“Kita mau stop. Intinya Persija ingin segala sesuatinya sudah clear, landai, dan jumlahnya menurun seperti halnya di Jerman yang kemungkinan penularannya sudah mengecil,” kata Ferry Paulus, Direktur Olahraga Persija, kepada Bolalob.

“Meski pemerintah bilang hidup berdampingan dengan Covid, tapi saat pertandingan sedang bergulir akan ada suporter yang melakukan nonton bareng. Hal itu cukup beresiko, kecuali daerahnya sudah mencapai angka nol (penularan),” lanjutnya.

“Apalagi kita nanti akan memakai transportasi publik. Bisa jadi ada yang terjangkit,” tambah Ferry Paulus

“Lebih baik konsentrasi musim ini bagaimana caranya PSSI membuat kebijakan dengan kaitan kompetisi. Kita mulai babak baru, tapi pemain dan ofisial diberi kelonggaran menjadi bagian yang kita punya, fokus sehat dulu,” tuturnya.

Saat ini PSSI akan membawa hasil pertemuan dengan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Indonesia (APSI), Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI), klub-klub Liga 1 dan Liga 2 ke Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Nantinya hasil itu akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.