3 Opsi Nasib Liga 1 2020 di Tengah COVID-19, Salah Satunya Ganti Format

Direktur Bisnis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rudy Kangdra, mengatakan bila Liga 1 2020 dapat berganti format menjadi Liga 1 2020/2021 karena pandemi COVID-19.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah mengadakan rapat virtual bersama 18 klub peserta Liga 1 2020 pada Rabu (27/5/2020).

Rapat itu bertujuan untuk membahas nasib Liga 1 2020 yang terhenti karena pandemi COVID-19.

Sayangnya, perbedaan pendapat yang masih ada di sejumlah tim membuat rapat tersebut tak menghasilkan keputusan apapun.

Nasib Liga 1 2020 masih menggantung di tengah kenyataan bahwa sejumlah kompetisi di dunia bisa dimulai lagi.

Direktur Bisnis PT LIB, Rudy Kangdra, menyampaikan bahwa ada kemungkinan Liga 1 2020 dapat dimulai lagi.

Namun, kompetisi musim ini bisa saja berubah format dari musim 2020 menjadi musim 2020/2021.

Dilansir Bolasport.com dari Antara, Rudy menilai hal itu menjadi salah satu opsi untuk melanjutkan Liga 1 2020 selain membuat turnamen pengganti.

“Jadi ada tiga opsi. Pertama, musim 2020 dilanjutkan. Kedua, musim dihentikan lalu ada turnamen pengganti,” tutur Rudy.

“Terakhir, musim 2020 disetop dan ada musim baru. Artinya ada liga musim 2020-2021, kira-kira begitu,” ujar Rudy.

Rudy mengatakan bahwa usulan ini juga sudah dibicarakan dengan 18 klub peserta liga dalam rapat virtual Rabu kemarin.

Menurutnya, jika usulan ini disetujui, maka format musim yang baru itu akan dipertahankan dalam pelaksanaan liga selanjutnya.

Jadi, jika Liga 1 2020/2021 dimulai pada November mendatang, maka musim 2021/2022 juga akan dimulai pada waktu yang sama tahun depan.

Di satu sisi, kebijakan baru itu tentu dapat menguntungkan PSSI dan PT LIB, terutama berkaitan dengan penyusunan jadwal yang bisa menguntungkan timnas Indonesia.

“Dalam keadaan seperti ini kami ingin berbenah. Seandainya membuat kompetisi musim baru memang selesainya lintas tahun tetapi ke depannya jadwal kompetisi jadi teratur,” ujar Rudy.

“Semua perencanaan akan disesuaikan terutama dengan jadwal tim nasional termasuk pertandingan FIFA,” tutur Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengaku bahwa pihaknya dan PSSI belum dapat mengomunikasikan rencanan ini kepada sponsor.

Sebab, keputusan terakhir tentang keberlanjutan Liga 1 2020 belum diambil.

Oleh sebab itu, Rudy lebih memilih untuk menunggu hingga nasib Liga 1 2020 sudah dapat dipastikan sepenuhnya.

“Sponsor itu mengikuti regulasi kita sebenarnya. Produknya harus ada baru kita jualan ke sponsor,” pungkasnya.