Tak Mampu Beli Sepatu Baru, Evan Dimas Pernah Ganjal Sepatunya Pakai Kain

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan nama pesepakbola Evan Dimas. Evan adalah salah satu pesepakbola yang pernah bergabung di Timnas Indonesia U-19, pada tahun 2013 hingga 2014 dengan perolehan 20 gol selama berlaga.

Namun, karier Evan yang begitu cemerlang dalam dunia sepak bola didapat dengan penuh perjuangan. Terlebih Evan bukan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi berkecukupan.

Pria yang memiliki nama lengkap Evan Dimas Darmono ini mengakui, bahwa ia sudah melalui banyak rintangan di awal kariernya. Pengalaman tersebut dibongkar Evan saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Garuda Nusantara.

Evan Dimas ganjal sepatu pakai kain
Evan Dimas. (Instagram/@evhandimas)
Dalam video berdurasi lebih dari 50 menit itu, Evan mengatakan bahwa orang tuanya pernah meminta dirinya mundur dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Mitra Jaya Surabaya, tempat Evan berlatih.

Kondisi ekonomi menjadi alasan bagi orang tua Evan untuk memintanya mundur dari sekolah sepak bola itu.

“Orang tua sebenarnya selalu mendukung dalam karier sepak bola saya, tapi pada waktu itu terkendala dengan materi jadi orang tua bilang untuk ikut main bola di kampung-kampung,” ujar Evan.

Namun, saat itu Evan masih saja ngotot untuk terus berlatih di SBB. Walaupun ia harus mengahadapi banyak kendala, mulai dari uang bulanan, membeli sepatu dan masih banyak lagi.

“Saat itu, saya ngotot untuk terus di SSB karena saat itu kendalanya banyak. Dari mulai uang bulanan, beli sepatu, kendaraan buat latihan karena tidak ada yang mengantarkan dan masih banyak lagi,” sambungnya.

Himpitan ekonomi yang dialami Evan bahkan membuatnya pernah mengganjal sepatunya, dengan memakai kain di ujung sepatunya karena ukuran yang terlalu besar dan tak mampu membeli yang baru.

Ia menuturkan, sepatu seharga Rp20 ribu itu adalah sepatu pertama yang dimilikinya. Namun, karena ukuran sepatu yang terlalu besar, ia terpaksa mengganjal sepatu tersebut dengan kain untuk dipakainya saat main bola.

Semangat dan tekad Evan untuk berkarier di dunia sepak bola, mengalahkan sulitnya ekonomi keluarganya saat itu. Ia bahkan sempat meminta orang tuanya untuk tak lagi memaksanya berhenti dari SSB.

Evan menceritakan bahwa ia pertama kali masuk ke SSB ketika masih duduk di kelas empat SD. Saat itu, Evan bahkan mengikuti dua SSB sekaligus.

“SSB pertama saya di Sasana Bakti dari kelas empat SD sampai satu SMP,” ucapnya.

Sejak dari situ, Evan pindah ke Mitra Surabaya karena jarkanya yang lebih dekat dengan rumah Evan.

“Dari situ, pindah ke Mitra Surabaya karena jarak yang lebih dekat dengan rumah sampai,” tambahnya.

Pria yang kini berusia 25 tahun itu mengawali karier sepak bolanya di Persebaya Surabaya Junior, hingga akhirnya kariernya semakin berkembang dan bergabung ke Persebaya Surabaya versi IPL, yang kini berganti nama jadi Bhayangkara FC.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.