PSIS Semarang Telan Kerugian Belasan Miliar Rupiah

Bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, dibuat pusing oleh pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai. Menurut Yoyok, terhentinya kompetisi akibat pandemi COVID-19 membuat Mahesa Jenar menelan kerugian belasan miliar rupiah.

Menurut Yoyok, saat ini PSIS tak memiliki pemasukan tetap akibat terhentinya kompetisi. Meski tak memiliki pemasukan, Mahesa Jenar tetap harus mengucurkan dana operasional.

Hal itu membuat PSIS ditaksir akan menelan kerugian besar. Berdasarkan penghitungan Yoyok, Mahesa Jenar akan menelan kerugian sebesar Rp 10 miliar hingga Rp 15 Miliar.

“Ya kalau sebenarnya, begitu kompetisi berhenti, kalau ditanya pemasukan, semuanya pasti berhenti. Industri sepak bola itu kan berbanding lurus dengan kegiatan yang bisa dilakukan,” ungkap Yoyok Sukawi dikutip dari laman AyoSemarang.

“Kita tak ada lagi pemasukan. Baik itu dari sponsor, pendapatan tiket, bagi hasil siaran TV, bagi hasil usaha, semua itu berhenti. Situasi ini menjadi sangat berat karena pendapatan terhenti, sementara kita biaya masih keluar.”

“Itu berat. Kalau PSIS Semarang, kita profesional, insya allah kita masih mampu. Tahun ini, kita pasti menelan kerugian. Berdasarkan perhitungan, kami minus sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 15 Miliar. Tapi, itu semua kita jalani. Tak masalah,” katanya menambahkan.

Di tengah terhentinya kompetisi, Yoyok juga tetap mengingatkan kepada seluruh penggawa PSIS untuk terus berlatih. “Baik pemain lokal maupun asing, setiap pagi dan sore diberi menu latihan. Jika pagi, bisa peregangan dan sore bersepeda beberapa kilometer.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.