Curahan Hati Sang Gelandang Persib Bandung Rindu Kebersamaan Tim

Hampir sepuluh pekan tim Persib diliburkan. Rasa rindu pun sudah sangat dirasakan oleh para pemain untuk bisa kembali berkumpul dan berlatih bersama.

Seperti halnya dirasakan oleh gelandang Maung Bandung Abdul Aziz Lutfi Akbar yang mengaku momen di bulan Ramadhan tahin ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya.

“Aktivitas ramadan agak berbeda dari tahun kemarin ya, tahun kemarin buka puasa pasti bareng-bareng sama tim, soalnya beres latihan menjelang magrib jadi buka bareng di lapangan, tahun ini mungkin agak berbeda,” tutur Aziz saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Selasa, 19 Mei 2020.

Namun meski demikian, banyak sisi positif yang bisa dipetik olehnya dari apa yang dihadapi saat ini.

Salah satunya adalah pemain yang pernah membawa tim sepak bola PON Jabar meraih emas ini bisa buka bersama keluarga secara penuh setiap harinya.

“Tapi ada sisi positifnya bisa buka sama keluarga full setiap hari, kalau tahun ini, karena ada di rumah terus. Jarang-jarang juga, karena tahun sebelumnya buka di lapangan lagi lapangan lagi di luar, sekarang positifnya bisa buka bareng keluarga bisa dekat dengan keluarga, katanya.

Dia menambahkan, untuk kegiatan yang dilakukan, selain menjalankan tugas latihan mandiri yang telah diberikan oleh jajaran pelatih, juga menambah porsi latiha di luar waktu lathan mandiri untuk menjaga kebugaran.

Latihan yang dilakukan bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tapi juga sebagai usaha selalu siap jika sewaktu-waktu kompetisi kembali bergulir dan Pangeran Biru siap bertanding.

“Kalau Aziz waktu latihan selama ramadan dilihat dulu program latihannya, kan ada yang berat dan sedang, kalau yang sedang biasanya jam setengah lima sampai sebelum buka. Kalau yang agak berat, lumayan capai kadang-kadang latihannya habis teraweh,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Aziz juga kerap meluangkan waktu setelah pemain bernomor punggung 8 ini menjalani program latihan mandiri. Adanya jeda waktu sebelum berbuka diisi dengan menyiapkan makanan.

“Sesekali bantu istri menyiapkan buat berbuka puasa. Biasanya menu yang ada merupakan sajian yang mudah dibuat seperti salad buah,” katanya.

Aziz mengaku sedang banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Maka, menu yang disiapkan diakuinya tidak terlalu sulit dibuat dan tidak memakan waktu lama. “Makanan kesukaan salad buah dan kurma, harus selalu ada. Terus makanan harus ada sayurannya, soalnya saya lagi mencoba buat vegan,” ucapnya.

Selain kegiatan tersebut, mengaji juga dilakukan Aziz untuk mengisi waktu menjelang maghrib. Pada bulan Ramadan ini dia pun ingin memaksimalkan waktu ibadah. “Tadarus nambahin pahala di bulan Ramadan,” ucapnya.

Meski dilanda rasa jenuh karena harus latihan mandiri, bagi Aziz apa yang dilakukannya ini harus dinikmati karena hal itu yang menjadi terbaik untuk semuanya.”Pasti rindu latihan bareng, saat-saat mau bertanding pergi away, kanget tapi gimana lagi kondisi yang belum memungkinkan dan banyak juga yang terdampak dengan pandemi ini,” ucapnya.

Aziz berharap pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia bisa segera berakhir, karena bebebrapa liga di luar negeri juga akan kembali melanjutkan kompetisinya.”

Berharap segera beres, karena di luar negeri juga liga liga sudah ada yang mulai lagi, kaya liga jerman. Mudah-mudahan Indoensia bisa secepatnya mengikuti seprti di luar negeri kompetisi jalan lagi,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, dia pun tak mau wabah corona malah membuat malas. Perjuangannya menjadi pesepakbola profesional sudah dilakukan lama, dan kesempatan main pun sudah didapatkan.

Sejak 2017 dia sudah tampil 67 laga, 4.099 menit bermain. Saat bersama Borneo FC bermain sembilan laga, 325 menit. Tahun 2018 bersama PSMS Medan bermain 33 laga selama 2.499 dan tahun 2019 bersama Persib bermain 25 laga selama 1.275 menit.***c

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.