Cerita Yanto Basna Tolak Gaji Besar dari Klub Malaysia Demi Main di Thailand

Bek Timnas Indonesia, Yanto Basna sempat menolak tawaran besar dari klub Malaysia, sebelum ia memutuskan mencari pengalaman di Liga Thailand.

Pemain asal Papua ini menjalani musim ketiganya di Liga Thailand, dan bermain untuk Prachuap FC, setelah dua musim sebelumnya berkostum Khon Kaen, lalu Sukhothai FC.

Yanto mengatakan bahwa uang bukan segalanya dalam sepakbola, melainkan pengalaman dan liga yang kompetitif adalah yang ia cari.

“Waktu itu saya dapat dua tawaran, Thailand sama Malaysia. Tim Malaysia ini gajinya tinggi, dua kali lipat dari tim Thailand. Terus saya mikir, kalau saya cari uang saya ke Malaysia, tapi kalau cari pengalaman saya harus cari yang levelnya yang tinggi,” kata Yanto Bansa dalam live Instagram APPI.

“Jadi saya skip gaji yang lebih tinggi, saya cari pengalaman dulu. Akhirnya saya berani ambil di sini Liga 2, saya mulai dari awal lagi. Akhirnya saya ke sini,” tuturnya menambahkan.

Ada cerita pilu yang dirasakan mantan pemain Mitra Kukar ini saat tiba di Thailand. Yanto tertipu oleh seorang agen yang menjanjikannya bermain untuk Bangkok Glass (sekarang BG Pathum).

Sudah terlanjur berada di Thailand, Yanto akhirnya memilih untuk melakukan seleksi di Khon Kaen, dimana pada akhirnya ia mendapatkan kontrak.

“Kalau ditarik ke belakang, saya ke tim Malaysia itu sudah pasti, timnya Bang Jupe itu (Achmad Jufriyanto) Kuala Lumpur FA. Lalu ada agen yang menjanjikan saya ke Bangkok Glass, itu kan tim bagus. Dia sudah kirim saya gambar apartemen, mobil, tapi setelah sampai di Thailad hoax, dia tipu saya,” ujar Yanto Basna.

“Akhirnya ya mau gimana lagi, saya sudah sampai di Thailand. Lalu saya seleksi di Khon Kaen. Terus hampir dua minggu, tapi yang paling menarik itu, saya latihan pertama seperti baru belajar sepak bola lagi,” kata Yanto Basna.

“Dalam hati, saya buat apa buat susah diri, di Indonesia saya bisa terima gaji bagus, main klub bagus, kenapa saya harus datang seperti orang bodoh diajar main bola lagi,” lanjutnya.

“Saya sudah mikir mau pulang saja. Tapi saya berpikir ulang sudah terlanjur ke sini, sayang. Akhirnya saya terima mereka ngomong apa. Pas pertandingan dimulai, laga pertama saya dipercaya main. Saya selalu berikan 100 persen kepercayaan pelatih. Makanya saat delapan pertandingan sebelum liga selesai, ada lima klub Liga 1 Thailand ingin kontrak,” imbuhnya.

Musim ini di Prachuap FC, Yanto menjadi pilihan utama di jantung pertahanan tim. Ia memainkan empat pertandingan sebelum liga dihentikan karena pandemi virus corona.