Sebelum Jadi Andalan Luis Milla, Febri Hariyadi Tak Laku di Timnas Junior

Nama Febri Hariyadi semakin mencuat sejak Indonesia kedatangan Luis Milla, juru taktik timnas. Di tangan Milla, Febri menjadi andalan timnas U-23 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Bahkan, Febri disebut Milla sebagai pemain yang paling berkembang dibandingkan pemain lainnya selama timnas.

Hingga kini, pemain dengan panggilan akrab Bow itu menjadi langganan timnas dan memiliki peran penting di klubnya, Persib.

Tapi, sebelum mencapai titik gemilang saat ini, Febri pernah mengalami masa-masa sulit. Ia selalu gagal menembus timnas junior, U-13 sampai U-19.

Pertama kali menapaki level timnas, Febri ambil bagian di timnas U-13. Tapi saat itu ia tercoret.

Ada pun selanjutnya ia masuk level timnas tapi bukan yang utama.

“Alhamdulillah masuk timnas pelajar U-15 setelah U-13 di coret. Saat itu bareng David Maulana, Ilham Udin Armyin, dan Awan Setho. Ada lagi U-19 yang Coach Indra (Sjafri) pelatihnya saya dicoret,” tutur Febri di channel youtube Hanif & Rendy Show.

Setelah itu sebenarya Febri masuk timnas U-19, tapi U-19 B. Tim besutan Ruddy Keltjes itu menjadi perwakilan Indonesia di Piala AFF U-19 Prepatory 2014. Sementara timnas U-19 utama yang diisi Evan Dimas dkk. mengikuti ajang lain.

Meski kerap tercoret dari timnas, Febri mengaku tak pernah merasa drop.

“Motivasi diri sendiri sehingga ada greget. Bangunkan hati agar harus lebih kerja keras lagi,” kata pemain berusia 24 tahun itu.

“Waktu itu ke coret, dari situ Bow (berpikir) masih kurang apa. Mungkin dari latihan ada cara belajarnya (yang salah). Jadi intropeksi diri. Hingga akhirnya masuk timnas zamannya Coach Luis,” ucapnya lagi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.