Maskot PSS Sleman Rindu Berat Beraksi di Stadion Maguwoharjo

Tidak hanya pemain, pelatih, dan ofisial tim yang rindu suasana pertandingan di lapangan yang penuh warna dan cerita. Kerinduan serupa juga dirasakan maskot klub PSS Sleman, Falcao atau Si Elang Jawa.

Kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 sudah hampir dua bulan terakhir dihentikan karena wabah virus corona. Nasib kelanjutan kompetisi masih menunggu keputusan dari federasi yang berpedoman masa darurat pandemi COVID-19.

Jika pemain merasa gatal kakinya untuk kembali merumput dan menendang bola di lapangan, Falcao juga tak mau ketinggalan. Aksinya yang selalu menghibur para penonton di sela-sela jeda pertandingan, ikut menjadi kerinduan tersendiri.

Dengan kostum boneka Elang Jawa, kehadiran Falcao di tengah-tengah pertandingan memberikan sebuah hiburan. Kadangkala Falcao ditemani maskot klub lain yang ikut menyambangi Stadion Maguwoharjo.

Atau ketika PSS Sleman melawat ke markas lawan, Falcao ikut hadir dan bertemu dengan maskot tuan rumah. Satu diantara aksi yang sering dilakukan Falcao adalah beradu tendangan penalti, ketika jeda pertandingan.

“Dua bulan tidak ada pertandingan rasanya sangat rindu. Kangen dengan suasana di stadion banyak disaksikan penonton dan kami bisa ikut memberikan hiburan,” beber sosok yang selama ini memerankan maskot PSS Sleman, Junior, Rabu (13/5/2020).

“Moment paling spesial pastinya saat ada maskot tim lain ikut dalam satu lapangan. Seperti maskot Persis Solo beberapa waktu lalu, kami saling adu tendangan penalti,” tutur pria yang memilih merahasiakan nama lengkapnya tersebut.

Suka Duka Menjadi Maskot

Falcao bercerita tugasnya setiap laga PSS di Stadion Maguwoharjo hanyalah untuk menghibur penonton. Ia ingin para penonton bisa larut dalam suasana kegembiraan.

Banyak suka-duka yang ia rasakan selama menjadi sosok di balik maskot PSS. Selain rasa gerah karena mengenakan kostum, Falcao mengaku ikut sedih ketika PSS menelan kekalahan.

“Terpenting adalah membuat penonton bergembira. Ketika tim menang, rasanya terbayar meski gerah selama beberapa jam mengenakan kostum itu,” jelasnya.