Kota Malang PSBB, Arema FC Kian Semangat Bakti Sosial

Kota Malang akan segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam waktu dekat sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan.

Penetapan PSBB ini justru membuat Arema FC semakin bersemangat untuk melakukan bakti sosial melawan pandemi corona.

Bahkan, media officer Arema FC, Sudarmaji, mengungkapkan saking semangatnya kubu Singo Edan dengan aksi bakti sosial, PSBB sampai diplesetkan sebagai singkatan dari Pembagian Sembako Besar-Besaran.

“PSBB itu membawa dampak yang harus dipikirkan bersama, ada dampak dan efek ketahanan sosial yang harus kita pikirkan. Apa itu ketahanan sosial? Harus dipikirkan ketahanan pangan, ketahanan keamanan, ketahanan pendidikan, dan juga ketahanan informasi,” kata Sudarmaji.

Arema FC akan meluaskan jaringan bakti mereka.

Jika sebelumnya Arema lebih banyak fokus pada bantuan ekonomi, kini tim berjuluk Singo Edan akan melebarkan bantuan dalam bentuk edukasi dan informasi.

Khususnya, informasi yang paling rawan ditunggangi hoax-hoax yang akan meresahkan masyarakat.

“Kenapa Arema hadir di tengah-tengah posko kemanusiaan? Berbicara dengan pendekatan persaudaraan, saya pikir Arema akan lebih menyentuh dari hati ke hati,” ucap media officer asal Banyuwangi tersebut.

“Ya, kita harus berjuang agar percepatan ini terjadi. Tujuan kami pragmatis, yakni pandemi corona segera berakhir sehingga kompetisi kembali bergulir,” imbuhnya.

Dari sisi edukasi, Arema FC menggandeng para korwil Aremania untuk menjalankan program Kampung Tangguh di wilayah masing-masing.

Kampung Tangguh sendiri adalah program yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan tanggap virus corona yang dibekali dengan ketahanan pangan, informasi, edukasi, dan keamanan.

Sejauh ini akan ada empat korwil yang menyatakan kesediaanya agar lingkungan mereka untuk dijadikan kampung tangguh dan jumla tersebut diprediksi akan bertambah.

“Kami ingin Aremania menjadi pelopor dan pioneer mejalankan ketahan-ketahanan itu. Karena itu kita akan sosialisasi dengan Aremania Donomulyo, Ngajum, Pagak, dan Sumberpucung.”

“Kami sudah mengadakan komunikasi dan mereka menyatakan sudah siap kampungnya dijadikan Kampung Tangguh,” pungkasnya.