Baru Sembuh Terpapar Virus Corona COVID-19, Pelatih Barito Putera Langsung Berani Berpuasa

Baru saja pulih dari paparan virus corona COVID-19, Yunan Helmi langsung fokus menjalani ibadah puasa Ramadhan. Sang asisten pelatih Barito Putera tersebut merasa kondisi kesehatannya kian membaik sehingga berani berpuasa.

Dalam menjalani ibadah puasa pada Bulan Ramadhan ini, Yunan juga melakukan aktivitas normal lainnya. Terlebih lagi, saat ini aktivitas tim masih libur dan Kota Banjarmasin, tempatnya tinggal, menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sejauh ini aktivitas di rumah saja, bersama dengan keluarga,” ujar Yunan, seperti dilansir laman resmi Barito Putera.

“Karena saat ini puasa, jadi biasanya hanya melakukan olahraga sore di sekitar rumah,” sambungnya.

Yunan sebelumnya memang sempat menjadi pasien positif Covid-19. Ia sempat diisolasi di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan virus Corona ini.

Setelah dirawat sekitar sebulan, Yunan dinyatakan telah terbebas dari infeksi virus Corona. Ia pun diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit pada 14 April silam.

Kendati sudah dinyatakan pulih, Yunan tetap memeriksakan perkembangan kesehatannya. Akhir pekan lalu, pria berusia 46 tahun ini pun sudah berkonsultasi dengan tim dokter ihwal perkembangan kondisinya.

“Baru saja beberapa hari lalu saya kontrol ke dokter. Pernapasan dan paru-paru juga diperiksa. Alhamdulillah, tidak ada kendala,” ucap pria kelahiran 14 April 1974 itu.

Lebih lanjut, Yunan mengaku tak ada pantangan makanan yang harus ia patuhi selama masa pemulihan ini. Namun, pria asal Lamongan ini mengaku lebih suka makan sahur dan berbuka puasa dengan makanan rumahan pada Bulan Ramadhan ini.

Biasanya, Yunan memakan masakan sang istri untuk bersantap sahur dan berbuka puasa. Menunya, biasanya bergantian antara masakan Jawa dan Banjar.

Yunan sendiri mengaku memiliki makanan favorit. Yang paling ia sukai, sambung pelatih berlisensi AFC Pro ini, adalah sambal goreng.

“Saya sih lebih suka sambal goreng tempe dan tahu,” cerita sang mentor.