Bersama Rekannya, Egy Maulana Vikri Jalani Puasa 18 Jam Sambil Latihan

Pemain asal Indonesia, Egy Maulana Vikri, menceritakan pengalamannya menjalani ibadah puasa selama 18 jam sembari latihan bersama Lechia Gdansk di Liga Polandia.

Cerita itu disampaikan Egy ketika melakukan bincang santai bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, yang disiarkan melalui Instagram resmi Kemenpora.

Dalam video berdurasi 38 menit 24 detik itu, Zainudin Amali mengawali bincang santainya dengan menanyakan suasana Ramadan yang dijalani oleh Egy selama di Polandia.

Dengan tegas Egy menyatakan bahwa dirinya belum pernah batal puasa.

Padahal, pemain timnas U-22 Indonesia itu masih harus berlatih bersama timnya jelang dilanjutkannya Liga Polandia.

“Alhamdullilah sampai sekarang saya belum batal puasa,” ucap Egy kepada Zainudin Amali.

“Saya menjalani puasa sambil latihan juga karena kami sudah normal latihan di sini. Minggu depan latihan sudah normal seperti biasa karena liga kami sudah mulai lagi pada 29 atau 30 Mei,” ujarnya.

Egy mengakui bahwa menjalani ibadah puasa di Eropa khususnya di Polandia sangatlah berat.

Bagaimana tidak, umat muslim di Polandia harus menahan rasa lapar dan haus selama 18 jam.

Hal itu tentu berbeda dengan umat muslim di Indonesia yang hanya berpuasa kurang lebih selama 12 jam.

“Awalnya susah karena lama banget (durasi puasa) dari jam 02.30 pagi sampai 08.30 malam,” tutur Egy.

“Awal-awal puasa berat banget bagi saya karena di samping puasa harus latihan juga dan latihannya saat ini lagi intensitas tinggi jadi berat awalnya.”

“Namun, setelah beberapa hari dijalani ya sudah mulai terbiasa dan tidak ada masalah,” katanya menambahkan.

Selama menjalani puasa di Polandia, pemain asal Medan itu tidak sendirian.

Egy bersama salah seorang temannya yang berasal dari Afghanistan juga tetap menjalani ibadah puasa di tengah latihan tim.

Untungnya, meski latihan timnya berjalan dalam intensitas tinggi, latihan tersebut dijalani dalam kelompok-kelompok kecil yang berisi beberapa pemain saja.

Hal itu membuat latihan yang dijalani oleh Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk tidak terlalu berat.

“Kami ada tiga orang muslim (di Lechia Gdansk), satu orang teman saya yang dari Afghanistan juga tetap puasa,” kata Egy.

“Kami kan latihannya masih dibagi grup, beberapa pemain satu grup. Enggak semua tim latihan bareng, baru minggu depan latihan bareng.”

“Jadi saya sama teman saya yang dari Afghanistan ini tetap menjalankan ibadah puasa,” tandasnya.

View this post on Instagram
By Hugo Hardianto Wijaya – Minggu, 10 Mei 2020 | 19:10 WIB
Egy Maulana Vikri menjalani ibadah puasa selama 18 jam sambil latihan bersama timnya, Lechia Gdansk, di Polandia.
INSTAGRAM.COM/LECHIA_GDANSK
Egy Maulana Vikri menjalani ibadah puasa selama 18 jam sambil latihan bersama timnya, Lechia Gdansk, di Polandia.
Bagaimana tidak, umat muslim di Polandia harus menahan rasa lapar dan haus selama 18 jam.

Hal itu tentu berbeda dengan umat muslim di Indonesia yang hanya berpuasa kurang lebih selama 12 jam.

“Awalnya susah karena lama banget (durasi puasa) dari jam 02.30 pagi sampai 08.30 malam,” tutur Egy.

“Awal-awal puasa berat banget bagi saya karena di samping puasa harus latihan juga dan latihannya saat ini lagi intensitas tinggi jadi berat awalnya.”

“Namun, setelah beberapa hari dijalani ya sudah mulai terbiasa dan tidak ada masalah,” katanya menambahkan.

Selama menjalani puasa di Polandia, pemain asal Medan itu tidak sendirian.

Egy bersama salah seorang temannya yang berasal dari Afghanistan juga tetap menjalani ibadah puasa di tengah latihan tim.

Untungnya, meski latihan timnya berjalan dalam intensitas tinggi, latihan tersebut dijalani dalam kelompok-kelompok kecil yang berisi beberapa pemain saja.