Presiden Madura United: PSSI Itu Ribet dengan Urusannya Sendiri

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi mengomentari polemik yang sedang terjadi di PT Liga Indonesia Baru (LIB) belakangan ini.

Banyak kalangan yang menilai PT LIB saat ini tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya termasuk pihak dari Madura United.

Ditambah lagi isu nepotisme yang ada di PT LIB membuat Achsanul selaku presiden dari Madura United meradang.

Meski utamanya berada di pihak PT LIB, Achsanul menilai PSSI juga ikut andil dalam masalah tersebut.

Itu karena PSSI yang menunjuk langsung Direktur Utama PT LIB saat ini.

Dari masalah tersebut pula ia meminta PSSI untuk membuat sebuah aturan untuk PT LIB agar arah dan tujuannya jelas.

Selain itu Achsanul juga meminta PSSI untuk menunjuk orang dari luar PSSI yang nantinya menjadi Direktur Utama PT LIB ke depannya.

Pria kelahiran Sumenep itu menegaskan bawasannya PSSI adalah federasi yang membuat aturan dan hukum serta PT LIB yang menjalankannya.

“Sebenarnya PSSI Itu ribet dengan urusannya sendiri.”

“Silahkan PSSI buat aturan, arah dan tujuaan PT Liga, yang dijalankan orang lain. Sehingga menegur atau memecatnya enak. PSSI itu tugasnya membuat aturan dan hukuman, yang menjalankan orang lain,” ucapnya seperti dikutip Bolasport.com dari Kompas, Jumat (8/5/2020).

Achsanul juga memberikan saran bahwa ada baiknya direktur PT LIB berasal dari kalangan profesional.

Hal itu agar membuat PT LIB dapat berjalan dengan baik lagi.

“Dirut PT Liga jangan dari unsur Pengurus (Exco). Sebaiknya direkrut dari kalangan profesional,” ujar pria berusia 54 tahun itu.

“Sebenarnya PSSI Itu ribet dengan urusannya sendiri.”

“Silahkan PSSI buat aturan, arah dan tujuaan PT Liga, yang dijalankan orang lain. Sehingga menegur atau memecatnya enak. PSSI itu tugasnya membuat aturan dan hukuman, yang menjalankan orang lain,” ucapnya seperti dikutip Bolasport.com dari Kompas, Jumat (8/5/2020).

Achsanul juga memberikan saran bahwa ada baiknya direktur PT LIB berasal dari kalangan profesional.

Hal itu agar membuat PT LIB dapat berjalan dengan baik lagi.

“Dirut PT Liga jangan dari unsur Pengurus (Exco). Sebaiknya direkrut dari kalangan profesional,” ujar pria berusia 54 tahun itu.