Manajemen PSBS Biak Tetap Tanggung Jawab Hak-hak Pemainnya

Menyikapi situasi dan kondisi global yang tengah terserang pandemi virus corona, manajemen klub Liga 2 asal Papua, PSBS Biak menegaskan jika mereka akan tetap bertanggung jawab akan hak-hak para pemainnya.

Meski manajemen PSBS Biak mengaku jika adanya penurunan upah karena pandemi global tersebut, namun mereka tetap melakukan semua hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban pemain dan official berdasarkan regulasi PSSI, keputusan dan instruksi Ketua Umum PSSI juga PT LIB.

“Dengan pertimbangan kemanusiaan dalam masa pemutusan penyebaran virus corona yang berdampak pada hak-hak pemain dan official di seluruh klub dan manajemen Liga 2 di seluruh Indonesia yang mengalami penurunan upah/gaji,” jelas manajer PSBS Biak, Jimmy Carter Kapisa, Jumat (08/05/20).

“Hal tersebut dikarenakan oleh tidak adanya penyandang dana dan sponsor yang mendanai Liga 2 bahkan manajemen klub, karena industri bola di seluruh Indonesia bahkan dunia mengalami kerugian karena perputaran ekonomi yang menurun drastis atau tidak ada keuntungan dari segala aspek bisnis,” tambahnya.

Lanjut katanya, Liga 2 di Indonesia adalah ajang sepak bola profesional yang tidak dibiayai oleh APBN dan APBD, alias masing-masing manajemen klub mencari biaya sendiri untuk membiayai klubnya sendiri.

“Kita semua berharap untuk situasi social distancing dapat berakhir secepatnya, tetapi jika Tuhan berkehendak lain, maka apapun keputusan manajemen, adalah keputusan yang dilakukan berdasarkan pada arahan maupun Instruksi dari Ketua Umum PSSI, PT LIB dan Ketua Umum PSBS dapat diterima,” pungkasnya.

Skuat PSBS Biak sendiri sudah dirumahkan sejak pemerintah Papua memberlakukan masa tanggap darurat untuk mencegah pandemi virus corona. Namun, Skuat berjuluk Napi Bongkar ini tetap menjalani latihan mandiri selama masa karantina.