LIB Dilanda Konflik Internal, Kepercayaan Klub Bisa Terkikis

Pada Kamis, 7 Mei 2020, beredar sebuah surat dari tiga anggota direksi PT Liga Indonesia Baru (LIB), yaitu Direktur Keuangan Rudy Kangdra, Direktur Operasional Sudjarno, dan Direktur Keuangan Chandra Kartawiria.

Surat itu berisikan tentang pengaduan mengenai keresahan internal perseroan. Pengaduan itu ditujukan kepada para pemegang saham LIB yang notabene 18 klub Liga 1 2020 (99 persen) plus PSSI (1 persen golden share).

Direktur Madura United, Haruna Soemitro, mengatakan kejadian tersebut membuat reputasi LIB tercoreng. Ujungnya, kepercayaan dirinya sebagai klub mulai terkikis.

“Ya pasti (klub bisa hilang kepercayaan). Itu kan artinya pemimpin atau direktur utamanya tidak bisa mengelola bawahannya,” tutur Haruna kepada Antara.

Di sisi lain, Haruna merasa aneh pada langkah direski LIB yang membuat surat tersebut. “Jika ada masalah di perusahaan itu kenapa tidak dilaporkan ke komisiaris,” ujarnya.

Bagi Haruna, langkah yang diambil tiga direksi LIB itu sama saja mencoreng kredibelitas mereka.

“Sama saja. Itu menepuk air kena muka sendiri. Jadi role model baru masalah internal perusahaan harus pakai surat menyurat begitu, ya? Aturan atau ketentuan mana, ada direksi bisa membuat mosi tidak percaya kepada dirut,” katanya lagi.