Menanti Berakhirnya Pandemi Corona, Bek PSS Ingin Mengembangkan Usaha Kuliner

Sambil menanti berakhirnya pandemi virus corona dan kejelasan nasib kompetisi Shopee Liga 1 2020, tidak ada salahnya pelaku sepak bola mencari usaha lain. Seperti halnya yang tengah direncanakan pemain bertahan PSS Sleman, Asyraq Gufron Ramadhan.

Seperti diketahui, gaji pemain sepak bola di Indonesia sedang mengalami penurunan yang signifikan. Sesuai keputusan PSSI, untuk pemain, pelatih, maupun ofisial tim, dapat diberikan bayaran sebesar 25 persen dari nilai kontrak dari Maret hingga Juni 2020. Keputusan ini membuat sebagian pemain memukai bisnis lain.

Seperti yang mulai dipikirkan oleh palang pintu pertahanan andalan PSS Sleman, Asyraq Gufron Ramadhan. Meski belum terjun langsung, Gufron mengincar bisnis kuliner di Surabaya yang bisa dirintisnya, selain profesinya sebagai pemain sepak bola.

Gufron dan keluarganya yang tinggal di kawasan Manukan, Tandes, Surabaya, berniat mengembangkan usaha makanan. Terutama dengan memaksimalkan keahlian ibunya yang jago dalam memasak.

Kepada Bola.com, Gufron menuturkan sudah mempertimbangkan keinginannya tersebut bersama keluarga, terutama kedua orang tua. Jenis makanan yang bakal ia kembangkan adalah olahan masakan pada umumnya, yang tidak hanya khas Surabaya seperti rujak cingur.

“Jujur saja, ibu saya jago masak dan enak sekali olahan masakannya. Sudah diakui banyak orang, jadi tidak ada salahnya akan saya maksimalkan membuka warung makan di rumah,” beber Gufron, Rabu (6/5/2020).

“Tapi, karena keadaan masih seperti ini, kalaupun sudah dimulai bakal memaksimalkan penjualan dengan online. Ya setidaknya sudah mulai memikirkan ke depa. Artinya saya tidak akan tahu apakah selamanya bakal bekerja di lingkungan sepak bola,” lanjut bek PSS Sleman itu.

Berharap Kompetisi Berlanjut

Saat ini kompetisi sepak bola Indonesia, baik Shopee Liga 1 2020 maupun Liga 2 2020 masih ditangguhkan. Keputusan PSSI untuk nasib kompetisi masih tergantung kepada status darurat wabah penyakit yang ditetapkan pemerintah.

PSSI akan melanjutkan kompetisi paling cepat pada 1 Juli 2020 seandainya status darurat wabah penyakit tetap sampai 29 Mei 2020. Sebaliknya, jika pemerintah menambah panjang status darurat tersebut, PSSI bakal membatalkan kompetisi.

Namun, pada Senin (4/5/2020), PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) bersurat kepada PSSI dan menyatakan sejumlah saran yang masuk dari klub menyebut untuk tidak melanjutkan kompetisi. PSSI membalas satu hari kemudian dengan kembali menegaskan bakal menunggu perkembangan dari pemerintah.

Asyraq Gufron Ramadhan punya harapan tersendiri. Bek tangguh PSS Sleman yang pernah berseragam Persis Solo ini sangat berharap Shopee Liga 1 2020 berlanjut. Seluruh pelaku sepak bola Indonesia sedang harap-harap cemas menunggu situasi kompetisi yang baru berjalan tiga pertandingan, bisa dilanjutkan dalam waktu dekat.

“Kompetisi jangan sampai dibubarkan, mundur lagi boleh, tapi harapan saya ya jangan diundur terlalu lama. Turnamen pengganti kompetisi, tidak masalah, kalau itu penggantinya, ya Alhamdulillah, bagus untuk kami seperti pemain,” jelas Gufron.