Sindiran Nyelekit PSIM Yogyakarta Tentang Rencana Pemotongan Subsidi

Rencana pemotongan dana subsidi oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) disikapi manajemen PSIM Yogyakarta. Manajer tim berjuluk Laskar Mataram, David MP Hutauruk memberikan sindiran nyelekit berkait rencana itu.

“Kami minta kedewasaan serta profesionalitas semua pihak saja. Karena kewajiban kan harus dilakukan, termasuk menjaga komitmen dari awal (soal besaran subsidi),” sindir David saat dihubungi INDOSPORT, Rabu (06/05/20).

PT LIB sendiri berniat memangkas subsidi klub karena kompetisi tidak berlanjut. Operator hanya ingin membayar Rp 350 juta x 10 termin dengan total Rp 3,5 miliar untuk Liga 1. Sementara Liga 2 mendapatkan Rp 1 miliar x 10 termin dengan total Rp 1 miliar.

Namun rencana itu ditolak mentah-mentah PSSI. Melalui surat yang ditandatangani Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, otoritas sepak bola Indonesia itu ingin PT LIB tetap membayar subsidi klub sebesar Rp 520 juta x 10 termin total Rp 5,2 miliar untuk Liga 1, dan Rp 2,5 miliar (Rp 250 juta x 10 termin bagi klub Liga 2.

David menegaskan, sudah sewajarnya semua pihak melihat dampak yang dirasakan dari wabah pandemi virus corona atau Covid-19. Termasuk dengan vakumnya kompetisi yang hampir dua bulan ini berlangsung.

“Kita tidak mau masuk terlalu dalam soal adanya pengajuan dan penolakan. Kita sebagai klub juga ikut merasakan kondisi yang sulit ini, jadi jangan sampai melihat dari satu pihak saja,” ujar dia.

“Jangan saling mengorbankan, karena saatnya saling membantu. Semua sama-sama merasakan, namun komitmen yang lalu harus dijaga,” tegasnya.