Lelang Jersey PSIM, Milik Sutanto Tan Masih yang Tertinggi

Klub Liga 2, PSIM Yogyakarta, masih membuka sesi pelelangan jersey milik para pemainnya. Lelang jersey termasuk bagian dari kegiatan bertema PSIM Empathy yang sudah berjalan selama tiga pekan terakhir.

Sebuah aksi sosial yang dilakukan manajemen klub berjulukan Laskar Mataram, untuk ikut membantu penanganan wabah virus Corona. Berapapun hasil lelang jersey para pemain PSIM Yogyakarta bakal disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lelang jersey milik mantan pemain Persija Jakarta dan Bali United, Sutanto Tan, masih menduduki posisi dengan harga lelang tertinggi. Seragam PSIM milik Sutanto Tan sejauh ini masih bertahan dengan harga termahal saat terjual Rp2,5 juta.

Jersey milik Sutanto Tan itu adalah yang digunakan saat musim 2019 kemarin, dengan nomor punggung 7. Sutanto Tan kala itu didatangkan PSIM dari klub Liga 1, Bali United, pada pertengahan musim, termasuk bersama Witan Sulaeman.

Sutanto pun mengucapkan terima kasih kepada PSIM yang sudah menyelenggarakan lelang. Pemain yang kini memperkuat PSMS Medan itu menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak yang sudah rela membeli jersey miliknya dengan harga mahal.

“Terima kasih banyak, semoga bisa membantu masyarakat yang saat ini betul-betul membutuhkan. Harapan juga agar wabah yang tejadi segera berakhir,” tutur Sutanto Tan, Rabu (6/5/2020).

Proses Lelang dan Donasi Terus Berlanjut
Sementara itu, media officer PSIM Yogyakarta, Ditya Fajar, menambahkan proses lelang dan donasi masih berlanjut. Setidaknya hingga dua pekan ke depan.

Ditya Fajar mengaku mulai banyak pemain yang saat ini berseragam PSIM atau mantan penggawanya, siap ikut serta melelang jersey. Adapun aksi penggalangan dana melalui PSIM Empathy telah terkumpul dana lebih dari Rp40 juta.

Dana tersebut tidak hanya berasal dari hasil lelang jersey. Namun, juga berasal dari sumbangan langsung para pendukung PSIM dan sebagian keuntungan dari store resmi klub.

“Banyak pemain yang sudah kami hubungi dan menyatakan kesanggupannya. Kami masih terus mengajak para pecinta PSIM untuk berdonasi bersama,” jelas Ditya Fajar.