Soal Dugaan Nepotisme, Ini Saran PSSI ke PT LIB

PSSI menyoroti dugaan nepotisme di PT Liga Indonesia Baru (LIB). Penunjukan Pradana Aditya Wicaksana menjadi General Manager (GM) dinilai tidak tepat.

Langkah PT LIB kerap dibandingkan dengan PSSI yang juga diduga melakukan tindakan serupa lebih awal. Hal itu terkait masuknya Maaike Ira Puspita sebagai Wasekjen PSSI.

PSSI, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen, Yunus Nusi, menilai bahwa dua kasus tersebut merupakan hal berbeda. Ketum PSSI disebutnya memang punya wewenang mengangkat sekjen.

Sementara LIB harus melakukan rapat direksi untuk menunjuk seseorang masuk ke dalam jabatan penting. Dalam hal ini Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang biasanya digelar sebelum kompetisi dimulai.

“Statuta PSSI mengatur bahwa pengangkatan Sekjen menjadi kewenangan Ketua Umum PSSI. Penunjukan Wasekjen adalah hak Ketua Umum PSSI dalam rangka percepatan pelayanan PSSI kepada member yang berjumlah ratusan anggota,” kata Yunus Nusi, dikutip dari laman resmi PSSI.

“Wasekjen juga tidak bersentuhan dengan uang. Murni administratif berbagi tugas dengan Sekjen, dan tidak langsung bertanggung jawab kepada Ketua Umum PSSI,” ujarnya menambahkan.

Dengan dasar itu maka PSSI, menurut Yunus Nusi, tidak setuju dengan langkah yang dilakukan PT LIB. Pradana Aditya bisa saja mendapat jabatan penting, asal melalui prosedur yang tepat.

Pradana Aditya diklaim ditunjuk langsung oleh Cucu Somantri selaku Direktur Utama PT LIB. Cucu tak lain adalah ayah kandung dari Pradana Aditya.

“Karena itu, pengangkatan staf level atas harus melalui rapat direksi. Hal-hal yang menyangkut pengelola keuangan begitu banyak maka memang sebaiknya dihindari hal-hal yang menjadi sorotan publik,” ucap Yunus Nusi.