Luis Milla Sentil PSSI yang Masih Doyan Memikirkan Kepentingan Individu dibanding Timnas Indonesia

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla menyentil PSSI yang ia nilai masih kurang fokus melakukan pembenahan sepak bola Indonesia. Federasi disebut nakhoda asal Spanyol itu lebih sibuk mengurusi kepentingan pribadi para pengurusnya.

Milla melihat ada beberapa faktor yang membuat sepak bola sulit berkembang. Diyakini Luis Milla, Ini karena masih banyak orang yang lebih mementingkan kepentingan pribadi di PSSI.

Arsitek yang notabene legenda hidup klub Barcelona dan Real Madrid itu berharap para elemen di PSSI bisa bersatu padu demi memajukan sepakbola Indonesia.

“Saya berharap pada orang-orang yang memiliki power di federasi (PSSI) dan klub, agar bersedia menyisihkan kepentingan pribadi. Bersatu dan bergandeng tangan untuk kepentingan kemajuan sepak bola Indonesia,” ungkap Luis Milla dalam acara talkshow di kanal YouTube KickOff!Indonesia akhir pekan lalu.

“Satu kritik saya adalah untuk orang yang bekerja di federasi. Saya paham ini biasa terjadi di mana-mana, termasuk di Spanyol sekalipun. Kami beruntung di Spanyol, kami sudah lebih dulu berubah menjadi lebih baik, tapi ini masih terjadi di Indonesia,” imbuhnya.

“Saya lihat masih banyak yang bekerja di manajemen lebih memikirkan kepentingan segelintir saja. Indonesia butuh orang di manajemen yang total bekerja untuk kepentingan sepakbola, bukan yang lain,” jelasnya.

Pelatih berusia 54 tahun itu pun menyebut, pemain-pemain di Indonesia sejatinya punya kemampuan cukup baik. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperbaiki serta ditingkatkan.

Tak Diperlakukan secara Fair

Luis Milla agaknya masih memiliki kekekecewaan di PSSI. Ia merasa tidak mendapat kesempatan yang fair untuk memperbaki Timnas Indonesia.

Selepas menukangi Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, Milla diputus kontrak. Padahal di dua event tersebut ia sukses menyulap performa Tim Merah-Putih menjadi sebuah tim yang bermain dengan gaya ofensif enak ditonton.

Di era Luis Milla, timnas sukses melakukan regenerasi besar-besaran. Banyak pemain muda muncul karena dapat kesempatan yang besar dari sang mentor.

Luis sejatinya masih amat ingin melanjutkan tugasnya. “Semua butuh proses, dan saya menikmati proses yang sedang saya jalani bersama Timnas Indonesia,” katanya.

Kekecewaannya bertambah besar saat baru-baru ini saat diminta presentasi program kerja ke PSSI. Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan, mengadunya dengan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Keduanya jadi kandidat pelatih pengganti Simon McMenemy yang dipecat usai rentetan hasil buruk timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Luis Milla kalah bersaing karena dianggap tak berani memikul beban wajib juara Piala AFF 2020.

Respons Luis Milla? “Kalau saya menjanjikan gelar juara berarti saya berbohong. Tidak ada pelatih di dunia berani menjanjikan juara. Ya benar ada target yang diberikan, namun untuk bisa mencapainya ada sebuah proses,” katanya.

Rumornya gagalnya Luis Milla comeback ke Timnas Indonesia karena bisikan Sekjen PSSI, Ratu Tisha, yang lebih menginginkan Shin Tae-yong. Belakangan sang sekjen mundur dari jabatannya.