Indra Sjafri: Tuah Si Raja Midas, Sukses 2 Kali Membawa Timnas Indonesia Junior Juara

Indra Sjafri bisa disebut sebagai pelatih Timnas Indonesia yang paling sukses dalam 10 tahun terakhir. Predikat itu layak diberikan kepadanya setelah mempersembahkan dua gelar untuk Timnas Indonesia di berbagai level.

Indra Sjafri mengawali kariernya sebagai pelatih Timnas Indonesia ketika dipercaya memimpin U-16 pada 2011. Setahun berselang Indra Sjafri naik kelas sehingga dipromosikan menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19.

Indra Sjafri langsung bergerak cepat mencari pemain-pemain untuk berlaga di Piala AFF U-19 2013. Maklum, Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar juara di ajang turnamen kelompok umur tersebut.

Nama Indra Sjafri semakin melambung ketika berhasil mengantar Timnas Indonesia U-19 menjuara Piala AFF 2013. Gelar tersebut menjadi yang pertama buat tim Merah Putih.

Sulitnya mencari pemain membuat Indra Sjafri berkeliling Indonesia. Saat itu pendataan pemain di bawah usia 19 tahun sangat minim.

Indra Sjafri blusukan mencari pemain-pemain baru. Sistem inilah yang kemudian memudahkan Indra Sjafri menemukan pemain Timnas Indonesia seperti kemauannya.

“Blusukan itu akibat tidak adanya sistem yang bagus, tidak adanya kompetisi yang berjenjang. Ini kan yang belum berjalan. Saya tidak mungkin menunggu. Kalau menunggu kapan kita bekerja,” kata Indra Sjafri ketika itu.

Gelar Pertama

Berkat kegigihan Indra Sjafri dalam mencari pemain akhirnya terbentuklah Timnas Indonesia U-19 untuk mengarungi Piala AFF 2013. Timnas Indonesia U-19 ketika itu dihuni 21 pemain yang akan tampil di Piala AFF U-19 2013.

“Tim ini tidak tiba-tiba bisa juara. Sudah disiapkan waktu agak panjang. Kami harus memilih pemain terbaik di Indonesia. Makanya, saat memilih pemain yang merupakan hasil blusukan, kami tetapkan standar,” ujar pelatih asal Sumatra Barat itu.

Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri ketika itu dihuni oleh pemain-pemain seperti Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pranata, Zulfiandi, Ilham Udin Armaiyn, hingga Evan Dimas Darmono. Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu mendapatkan tekanan dalam turnamen yang digelar di Sidoarjo pada 9-22 September 2013 itu.

Timnas Indonesia U-19 berada di Grup B bersama Vietnam, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Brunei Darussalam. Pasukan Garuda Nusantara berhasil melaju ke semifinal mendampingi Vietnam setelah menjadi runner-up dengan raihan tiga kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.

Pada laga semifinal, Timnas Indonesia U-19 berhasil menyingkirkan Timor Leste dengan skor 2-0. Evan Dimas cs. kembali berjumpa dengan Vietnam pada laga final.

Pertandingan berlangsung sengit dan tanpa gol selama 120 menit. Laga kemudian berlanjut melalui adu tendangan penalti. Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih kemenangan dengan skor 7-6. Gelar ini menjadi yang pertama buat Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF.

“Mental yang paling cepat menggerakkan kita. Dengan membayangkan bahwa kita negara besar yang penduduknya sekian puluh juta, itu saja sudah cukup,” kata Indra Sjafri.

Setelah menjadi juara, Indra Sjafri semakin melekat dengan status pelatih Timnas Indonesia U-19. Namun, pada edisi-edisi selanjutnya pencapaian terbaik tim asuhannya adalah peringkat ketiga pada Piala AFF u-19 2017 dan 2018.

Jadi yang Pertama Lagi

Pada awal 2019, PSSI memberikan jabatan baru buat Indra Sjafri. Kali ini, Indra Sjafri kembali naik kelas untuk menukangi Timnas Indonesia U-22.

Ketika itu, Timnas Indonesia U-22 akan berlaga di Piala AFF dan SEA Games sebagai event akbarnya. Indra Sjafri bergerak cepat menentukan pemain Timnas Indonesia U-22.

Skuat Timnas Indonesia U-22 dihuni pemain-pemain berkualitas semisal Bagas Adi, Andy Setyo, Marinus Wanewar, hingga Osvaldo Haay.

Timnas Indonesia U-22 berhasil keluar dari babak penyisihan grup dengan predikat runner-up. Ketika itu, Witan Sulaeman dkk tak terkalahkan dan meraih sekali kemenangan dan dua kali imbang.

Magis Indra Sjafri kemudian berlanjut. Pada laga semifinal Timnas Indonesia U-22 mendepak Vietnam melalui gol tunggal Luthfi Kamal.

Pada laga final, Timnas Indonesia U-22 berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. Timnas Indonesia kembali dibuat juara oleh Indra Sjafri dan gelar itu terasa spesial karena jadi yang pertama di Piala AFF U-22.

“Saya sangat bersyukur, ini merupakan gelar kedua bagi saya setelah Piala AFF U-19 2013. Ini membuktikan, bangsa Indonesia bisa berdiri di kaki sendiri, dengan pemain-pemain muda kita,” kata Indra.

Pada tahun yang sama, Indra Sjafri kembali mencoba peruntungan bersama Timnas Indonesia U-22 di SEA Games. Akan tetapi, harapan tersebut sirna setelah Timnas Garuda harus puas membawa pulang medali perak karena kalah di final.

Meski demikian, Indra Sjafri tetap menjadi pelatih paling sukses di Timnas Indonesia level kelompok umur. Kini, Indra Sjafri mencoba peruntungan lain di luar kepelatihan karena menjadi Direktur Teknik PSSI.

Perjalanan Timnas Indonesia Menuju Juara

Piala AFF U-19 2013

10/9/2013: Timnas Indonesia U-19 5-0 Brunei Darussalam
12/9/2013: Myanmar 1-2 Timnas Indonesia U-19
14/9/2013: Timnas Indonesia U-19 1-2 Vietnam
16/9/2013: Timnas Indonesia U-19 3-1 Thailand
18/9/2013: Timnas Indonesia U-19 1-1 Malaysia
20/9/2013: Timor Leste 0-2 Timnas Indonesia U-19
22/9/2013: Timnas Indonesia U-19 0-0 Vietnam

*Timnas Indonesia U-19 menjadi juara setelah menang 7-6 dalam drama adu penalti.

Piala AFF U-22 2019

18/2/2019: Myanmar 1-1 Timnas Indonesia U-22
20/2/2019: Timnas Indonesia U-22 2-2 Malaysia
22/2/2019: Timnas Indonesia U-22 2-0 Kamboja
24/2/2019: Vietnam 0-1 Timnas Indonesia U-22
26/2/2019: Timnas Indonesia U-22 2-1 Thailand