Sriwijaya FC Sebut Wacana Kompetisi Pengganti Kurang Menarik, Regulasi jadi Alasan

Sriwijaya FC memberikan komentarnya terkait langkah yang akan diambil oleh PSSI jika kompetisi terpaksa dihentikan.

PSSI selaku Organisasi Induk Sepak Bola Indonesia menangguhkan kompetisi, baik Liga 1 dan Liga 2 hingga 29 Mei nanti.

Jika kompetisi nantinya tak bisa kembali bergulir, PSSI telah memiliki langkah antisipasi berupa turnamen pengganti berskala Nasional.

Turnamen tersebut bertujuan memberikan wadah bagi pemain dan klub sebagai aktvitas sepak bola, selain untuk menjaga kondisi fisik, juga untuk mematangkan permainan tim guna menyambut kompetisi musim depan.

Berbagai tanggapan dilontarkan dari sejumlah insan sepak bola, termasuk Sriwijaya FC yang nampaknya sedikit keberatan dengan akan diadakannya kompetisi pengganti tersebut.

Melalui Manajer Sriwijaya FC, Hendri Zainudin, ia mengatakan jika kompetisi resmi dihentikan dan dilaksanakan dalam bentuk turnamen pengganti, maka tensi pertandingan pun akan berkurang.

Ia menystakan bahwa turnamen pengganti tensi pertandingannya tak akan semenarik dari turnamen resmi.

“Ya kalau wacana dari pssi mereka akan adakan kompetisi dalam bentuk lain ya, tapi itu tidak membuat heroik pertandingan,” ujar Hendri Zainudin seperti yang dikutip Tribunnews.com dari laman Tribun Sumsel.

Kurangnya daya tarik akan turnamen pengganti diungkapkan oleh Hendri cukup memiliki alasan yang kuat.

Ialah regulasi turnamen pengganti yang tak memiliki promosi maupun degradasi layaknya kompetisi resmi.

Tidak adanya regulasi tersebut membuat tensi pertandingan bahkan greget pemain akan berbeda seperti layaknya kompetisi yang sesungguhnya.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung animo masyarakat yang dinilai akan berkurang banyak dibandingkan dengan kompetisi resmi.

“Karena ada kompetisi berupa liga itulah pertandingan jadi terlihat heroik ada promosi dan degradasi kalau sekedar bikin turnamen ya masyarakat pasti tidak terlalu antusias,” ujar pria berusia 46 tahun itu.

Ia berani memberikan prediksi, sekalipun turnamen pengganti memiliki sponsor yang mendanai, namun animo masyarakat terhadap turnamen tak akan tinggi nantinya.

“Ya kalaupun ada sponsor yang mau juga tidak terlalu greget karena animo dari masyarakat kurang,” ucapnya menambahkan.

Manajer Sriwijaya FC itu pun memberikan masukan kepada PSSI terkait bagaimana format turnamen pengganti nantinya.

PSSI juga harus memberikan detil yang spesifik terkait sistem yang diterapkan dalam turnamen jika benar-benar direalisasikan.

“Jadi kalau menurut saya apa yang ditawarkan oleh pssi mengenai kompetisi lain harus dijelaskan dulu secara detil berapa lama kompetisi itu supaya sponsor mau bergerak untuk mendanai,” jelasn Hendri Zainudin.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu yang lalu terdapat usulan untuk menghentikan kompetisi baik Liga 1 dan Liga 2.

Usulan tersebut kemudian diikuti dengan berbagai klub yang meminta PSSI untuk membuat langkah alternatif jika benar nanti kompetisi terpaksa dihentikan.

Kompetisi sendiri akan bergulir pada awal Bulan Juli jika kondisi telah di rasa aman dari pandemi Covid-19 (virus corona).