Arif Suyono Gambarkan Suasana Lockdown di Kawasan Wisata Batu

Mantan penggawa Timnas Indonesia dan Arema, Arif Suyono menggambarkan suasana Kota Batu, Malang, usai pemerintah setempat memberlakukan lockdown.

Malang Raya sejak beberapa pekan terakhir masuk dalam zona merah penyebaran virus corona, termasuk Kota Wisata Batu. Kini, pemerintah setempat sudah menutup sejumlah jalan utama untuk menerapkan khawasan physical distancing khususnya hari Jumat-Minggu.

Beberapa are seperti Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sultan Agung yang selama ini dilewati sebagai akses menuju tempat wisata juga ditutup karena lockdown. Tak hanya itu, sejumlah tempat wisata besar Jatim Park Grup sudah sudah tutup sejak bulan lalu.

Tak pelak, suasana Kota Batu menjadi sepi. Mantan pemain timnas Indonesia, Arif Suyono merupakan warga Kota Batu merasakan perbedaan itu.

Pemain sayap yang musim ini bermain di klub Liga 2, Putra Sinar Giri (PSG) Gresik, memahami jika hal itu dilakukan demi kebaikan. Yakni menekan penyebaran virus dengan nama lain COVID-19 ini.

“Di Batu ada jalan yang ditutup pada jam tertentu hari Jumat-Minggu. Saya sekarang aktifitas di rumah saja latihan aerobic. Tapi sudah tidak fitness,” kata pemain yang akrab disapa Keceng ini. Seperti diketahui, saat ini Liga 2 juga diliburkan. Sama seperti Liga 1. PSSI sudah mengambil keputusan menghentikan kompetisi hingga 29 Mei sambil melihat situasi kedepan.

Di luar sepak bola, pemain 36 tahun ini mengaku sedih. Terutama untuk perekonomian warga Kota Batu. Dalam kondisi normal, penduduk setempat dapat banyak pemasukan dari sektor wisata. Seperti penginapan, penjualan oleh-oleh dan lainnya. Saat ini belum ada solusi terkait hilangnya pemasukan warga Kota Batu lantaran wabah corona ini.

“Tentu ikut sedih kalau melihat efek corona dari sektor perekonomian. Pendapatan terutama dari penginapan turun drastis. Namun dari segi kesehatan, ini bagus. Selain menjaga diri, juga menjaga anak-anak kita dengan tidak bepergian sementara waktu,” jelas mantan pemain Arema FC ini.