Kompetisi Berhenti karena Pandemi Corona, Bisnis Persebaya Macet

Penghentian kompetisi akibat pandemi virus corona COVID-19 benar-benar berdampak terhadap kontestan Shopee Liga 1 2020. Termasuk bagi tim yang berbasis di Kota Pahlawan, Persebaya Surabaya.

Menurut Sekretaris Persebaya, Ram Surahman, yang paling terdampak tentu dari sisi finansial, karena klub harus kehilangan pemasukan. Seperti pendapatan dari tiket pertandingan kandang dan semacamnya.

“Kan kami di awal musim kemarin punya proyeksi, bahwa nanti ada pendapatan dari sponsor sekian, dari pendapatan tiket pertandingan kandang sekian, dari segi store sekian,” kata Ram.

“Sudah kami hitung, pengeluaran akan sekian, pemasukan sekian, pastinya berdampak ke semua. Tidak hanya tim senior, tim internal juga sama, semua aktivitas dihentikan,” tegas Ram Suratman.

Kompetisi dihentikan oleh PSSI akibat pandemi corona hingga 29 Mei 2020. Jika situasinya kembali normal, kemungkinan liga akan kembali digulirkan pada 1 Juli 2020 mendatang.

Menurut Ram, kebijakan PSSI terkait rasionalisasi gaji sedikit membantu. Karena, klub tidak bisa berbuat banyak di tengah wabah virus yang menyerang sistem pernafasan itu.

“Tetapi secara keseluruhan kami berharap situasi ini bisa kembali pulih, tidak ada yang menginginkan situasi seperti ini,” jelasnya.

“Ini situasi sulit, tidak hanya bagi klub, pemain juga, tidak ada kegiatan, tidak ada kompetisi, di dunia usaha juga atau sponsor yang terlibat juga pasti sama,” tegas Ram.