Kampung Halaman Terkena Zona Merah, Pemain Barito Putera Kesulitan Berlatih

Kampung halaman salah satu pemain Barito Putera, Yuswanto Aditya, di Bekasi saat ini masuk zona merah pandemi virus corona. Hal ini membuat dirinya kesulitan dalam berlatih.

Akibat diberhentikannya sementara kompetisi Liga 1 2020 akibat pandemi virus corona, seluruh jajaran tim meliburkan para pemainnya dan melakukan latihan mandiri di rumah.

Hal ini juga dilakukan oleh Barito Putera selaku kontestan Liga 1 2020. Salah satu pemainnya, Yuswanto Aditya harus berhati-hat lantaran kampung halamannya saat ini masuk menjadi zona merah pandemi COVID-19.

Melihat kondisi seperti itu, Yuswanto lebih memilih berdiam diri di rumah saja ketimbang harus melakukan kegiatan di luar rumah.

“Kegiatan setiap hari saya Cuma di rumah bantu orang tua membereskan rumah. Buat jaga kondisi juga cuma latihan di rumah karena Bekasi sudah rawan masuk zona merah. Sekarang agak takut buat keluar rumah,” ujar Yuswanto.

Melihat situasi Bekasi yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan latihan di luar rumah, Yuswanto memutar otak agar tetap bisa melakukan sesi latihan mandiri.

“Porsi latihannya jogging pagi sehabis subuh terus lanjut di teras rumah untuk latihan core agility dan juggling juga, tapi saya biasa lakukan sehabis subuh biar nggak terlalu ramai orang,” tambahnya.

Bisa dibilang hampir sebagian warga terpapar virus corona menyebabkan kompleks kampung halamannya harus mengalami lockdown untuk sementara waktu.

“Di Bekasi udah hampir 50 orang yang positif. Banyak kompleks yang sudah menerapkan karantina wilayah. Gang kampung saya juga sudah ditutup. Sudah tidak ada yang sholat berjamaah di masjid, hanya adzan saja,” pungkasnya.

Menyikapi kompetisi Liga 1 yang harus diberhentikan sementara waktu, Yuswanto enggan ambil pusing. Ia pasrah saja kepada pihak klub dan juga PSSI selaku otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.