Negara Asalnya Lockdown, Makan Konate Batal Pulang Kampung

Gelandang Persebaya Surabaya, Makan Konate, harus menahan rindu kepada keluarganya. Pemain bernomor punggung 10 tersebut tidak bisa pulang kampung ke negara asalnya, Mali.

Penyebabnya, negara yang terletak di Afrika Barat itu sedang memberlakukan lockdown atau karantina total sejak 26 Maret 2020 sebagai dampak pandemi virus corona. Pemain berusia 28 tahun itu juga tidak bisa mengunjungi negaranya karena tidak ada penerbangan ke Mali.

Manajemen Persebaya Surabaya memberikan waktu liburan kepada pemain seiring penghentian sementara kompetisi. Para pemain lokal dan asing dipersilakan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Semula Makan Konate bertahan di Surabaya bersama para pemain asing Persebaya lainnya. Namun, David da Silva, Mahmoud Eid, dan Aryn William sudah kembali ke negara masing-masing.

Makan Konate mengaku rindu dengan istrinya yang berada di Mali. Namun, kerinduan itu terpaksa ditahan sementara waktu karena Pemerintah Mali sudah menutup akses masuk ke negara yang berada di Afrika Barat tersebut.

“Hingga tadi malam sudah ada 39 kasus positif virus corona. Bahkan, bandara di Mali sudah menghentikan aktivitas penerbangan,” kata Makan Konate seperti dikutip situs resmi klub, Minggu (5/4/2020).

“Saya rindu sekali sama istri. Setiap hari komunikasi lewan telepon maupun video call sama dia terus. Istri tahu situasinya sekarang. Alhamdulillah istri dan keluarga semua dalam kondisi baik,” ujar pemain berusia 28 tahun.

Makan Konate saat ini bertahan di apartemen yang disediakan manajemen Persebaya Surabaya. Eks pemain Arema FC itu mengisi kesehariannya dengan berlatih secara mandiri.