Liga 1 Terhenti, Pemain Persiraja Harus Tetap Latihan di Rumah

Kompetisi Liga 1 2020 terpaksa dihentikan menyusul wabah virus corona.
Padahal, kompetisi tertinggi di tanah air baru saja menuntaskan pertandingan pekan ketiga.

Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus diterima 18 konsestan, termasuk tim kesayangan masyarakat Aceh, Persiraja.

Bukan rahasia lagi, kala Liga 1 dihentikan karena force majeur, posisi Lantak Laju–julukan Persiraja–terhitung mengesankan.

Sebagai tim promosi, pasukan Hendri Susilo tersebut mampu nangkring di urutan ketujuh setelah mengumpulkan lima poin.

Raihan poin itu diperoleh Ferry Komul dkk setelah menahan imbang tim bertaburan bintang, Bhayangkara FC di pekan pertama di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.

Dalam duel itu, Persiraja sukses mengimbangi kekuatan The Guardians–julukan Bhayangkara FC–dengan skor 0-0.
Ternyata, satu poin itu harus dibayar mahal karena wing bek kiri asal Aceh Selatan, Agus Suhendra mengalami cedera parah.

Tangan kanan Agus Suhendra patah ketika terjadi benturan di pinggir lapangan dengan gelandang serang Bhayangkara asal Aceh, Teuku Muhammad Ichsan.

Di pekan kedua, Thomas Adam Mitter melawat ke kandang Madura United FC. Di luar dugaan, Defri Rizki dkk sukses bermain draw dengan tuan rumah 0-0.

Hasil memuaskan dituai ketika melakoni pertandingan pekan ketiga. Tandang ke Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Lantak Laju merengkuh poin sempurna.

Menghadapi tuan rumah Persik Kediri, Persiraja sukses menang berkat gol cepat gelandang serang, Defri Rizki.
Gol pemain asal Takengon, Aceh Tengah ini dilesatkan ketika pertandingan baru bergulir satu menit. Gol itu terjadi setelah dia memanfaatkan umpan terukur pemain asal Simpang Tiga, Pidie, Miftahul Hamdi.

Menyusul keputusan itu, pemain senior Persiraja, Mukhlis Nakata mengungkapkan, penundaan ini jelas kurang baik bagi permainan mereka.

“Kurang baiklah buat kita. Karena, secara grafik, tim kita lagi on fire, tiba-tiba harus ditunda sementara waktu,” komentar gelandang bertahan asal Lambaro ini kepada Serambinews.com, Sabtu (4/4/2020).

Meski kompetisi terhenti, dia bersama rekan satu tim tetap melakukan latihan di rumah masing-masing. Hal ini sesuai dengan instruksi dari pelatih.

“Sesuai instruksi pelatih, kami harus tetap latihan di rumah masing-masing. Minimal kami latihan satu jam sehari untuk menjaga kondisi fisik,” jelas karyawan PT Bank Aceh Syariah itu.

Mukhlis Nakata secara terbuka menyatakan, ia tidak sabar untuk kembali merumput bersama teman-teman.
Ia merasa ada yang hilang karena tidak melakukan latihan rutin seperti biasa. Yakni latihan tiap sore hari di Stadion H Dirmurthala, Lampineung, Banda Aceh.

“Sudah gatal kaki rasanya semenjak lockdown ini,” ucapnya dengan tertawa kecil.

Kapten Persiraja ini mengajak semua pemain Persiraja agar bisa menjalankan instruksi pelatih dengan tetap menjaga kesehatan, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Harapan kita masih sama, semua pemain bisa mengurangi aktivitas di luar rumah, karena untuk keamanan kita bersama. Selain itu, kita tetap selalu menjaga kesehatan,” harapnya.

Mukhlis menyebutkan, sesudah latihan terakhir, tim pelatih meminta punggawa Persiraja untuk senantiasa menjaga kesehatan, dan tetap siap ketika sewaktu-waktu dipanggil kembali ke Persiraja.

“Tim pelatih menginginkan pemain ketika kembali ke klub dalam kondisi siap bermain. Untuk itulah, tidak mengulangi latihan dari awal ketika bergabung nanti,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, putra dari pasangan Usman Ahmad-Saudah ini berharap agar wabah virus corona segera berlalu, sehingga semua bisa kembali seperti biasa. “Semoga keadaan ini cepat membaik, sehingga kondisi bisa normal kembali,” pungkas Mukhlis Nakata.(*)