Pulang ke Papua, Marko Kabiay Optimistis Kompetisi Bisa Lanjut

Para pemain Persis Solo telah menyebar ke rumahnya masing-masing. Ini dilakukan untuk menjaga aman setelah para pemain diliburkan guna pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19). Manajemen dan tim kepelatihan juga sangat berharap pemain tetap menjalani social distancing dan tetap rutin menjalani latihan.

“Ini saya lagi di Jayapura Papua. Di sini sudah lockdown untuk udara dan laut, jam 8 malam juga sudah tidak boleh ada aktivitas. Saya lebih banyak aktivitas di rumah, paling kesibukan olahraganya pagi saja,” ujar Bek Persis Solo Marko Kabiay kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Saat ini, PSSI memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi. Namun, Marko yang juga mantan pemain Persija Jakarta dan Semen Padang tersebut cukup yakin ke depan, kompetisi musim ini bisa kembali dilanjutkan.

”Saya optimistis, liga akan digelar lagi nanti,” ucapnya.

Pria asal Papua ini memang mengaku keputusan PSSI untuk menghentikan sementara kompetisi sangatlah tepat. Termasuk keputusan manajemen untuk menghentikan latihan rutin dinilai juga jadi solusi yang baik untuk pemain.

”Menurut saya tepat karena virus ini berbahaya. Virus ini bisa menyerang, bahkan bisa tanpa gejala yang dan mengakibatkan kerusakan paru-paru,” ungkapnya.

Beberapa pemain juga memutuskan pulang ke keluarganya agar lebih aman. Seperti Hapidin pulang ke kampung halamannya di Bandung, Sansan Fauzi ke Tasikmalaya, dan Wildan Achyar Ke Bekasi. Ada juga Gufroni Al Maruf, M Shulton hingga Iman Budi yang memutuskan mudik ke Malang. Selain Marko Kabiay, dua pemain Persis lainnya yakni Yan Pieter Nasadit dan Engelbert Sani yang juga memilih berkumpul dengan keluarganya di Papua. (nik/ria)