Pemain Badak Lampung FC Crismon Gustav Wombaybabo Isi Waktu Libur dengan Memancing di Laut Papua

Skuat Badak Lampung FC sudah diliburkan kurang lebih selama dua pekan akibat merebaknya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Waktu libur ini dimanfaatkan sebagian besar pemain untuk pulang kampung, salah satunya mantan pemain Timnas U-23 yang kini bergabung dengan Badak Lampung FC Crismon Gustav Wombaybabo.

Ia memanfaatkan waktu libur dengan pulang kampung ke Papua.

Krismon mengaku sudah sejak dua minggu lebih yang lalu pulang ke Papua karena manajemen meliburkan kegiatan setelah match pertama melawan PSKC Cimahi beberapa waktu lalu yang diakibatkan oleh penundaan sementara Liga 2 oleh PSSI.

“Selesai main pertama lawan Cimahi, satu hari sesudah itu saya pulang. Karena dikasih libur dua minggu, eh taunya tambah panjang liburnya mangkanya masih di Papua sampai sekarang,” ungkap pemain tengah ini kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (4/4/2020).

Crismon mengaku walaupun Liga diliburkan ia tetap melakukan olahraga di rumah.

“Kalau pagi biasanya saya lari pagi di pantai, karena rumah pas dekat dengan pantai. Sekalian mandi sambil berjemur, sore kadang dengan bola atau hanya body fitnes aja di dalam rumah,” jelasnya.

Tetapi terkadang ia mengatakan dilanda bosan dan butuh refreshing karena terus berada di rumah.

Mengatasi hal tersebut ia terkadang pergi memancing di laut.

“Biasanya kalo tidak ikut teman-teman mancing ke laut buat refreshing,” tambahnya.

Crismon menjelaskan memang rumahnya di Papua berdekatan dengan laut tepatnya di kampung Marau, Distrik Yapen Barat, Kota Serui Papua.

Ia juga menuturkan kalau hanya mancing ikan kecil pergi ke laut yang hanya berjarak 100 meter dari kediamannya.

“Tapi kalo mau mancing ikan tuna sama ikan-ikan besar lainnya bisa sampai 60 mil ke tengah laut,” ungkap anak bungsu dari empat bersaudara ini.

Menanggapi terkait wabah Covid-19 yang merebak di Indonesia Crismon menanggapi situasi saat ini memiliki baik dan buruk baginya.

Dari segi baiknya dapat menyadarkan diri manusia dari banyak hal yang diperbuat oleh manusia.

Selain itu ia juga dapat lebih lama berada di Papua karena libur akibat pandemi Covid-19 ini.

“Karena saya jarang pulang bisa sampai selesai liga baru bisa pulang karena jaraknya juga jauh, dan harga tiket pesawat yang serba mahal,” katanya.

Crismon juga mengatakan dengan adanya musibah ini ia bisa lebih lama berada di Papua untuk menghabiskan banyak waktu bersama keluarga.

“Cuman ya ada juga buruknya karena Covid-19 ini liga kita harus dihentikan, sementara dan juga dampak bagi semua tidak bisa beraktivitas leluasa seperti biasanya,” ujarnya.

Tetapi juga Crismon berharap agar musibah ini cepat berlalu dan semua masyarakat Indonesia dapat tetap sehat dan terhindar dari Covid-19 ini.

“Kemudian liga bisa bergulir lagi seperti biasanya,” harap Krismon.

Ia juga berpesan untuk semua teman-teman agar menjaga kesehatan tetap stay di dalam rumah.

“Mari kita kita bantu pemerintah dan mendengarkan imbauan yang sudah disampaikan. Jangan lupa juga untuk berolahraga, memakan makanan bergizi serta buah-buahan dan rajin cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas,” tuturnya.
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Hardiansyah Kusuma)