Persis Solo Angkat Koper dari Karangasem, Belum Putuskan Mes Baru

Manajemen Persis Solo ternyata benar-benar memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak di mes lama yang berada di daerah Karangasem, Banjarsari. Mulai 31 Maret kemarin, seluruh barang milik pemain hingga pelatih telah dikeluarkan dari kamar-kamar yang sempat disewa sebelumnya.

“Mereka enggak memperpanjang kontraknya dan sudah pindah. Kemarin baru selesai pindahannya,” terang pemilik mes Rio Arya Surendra kepada Jawa Pos Radar Solo.

Asisten Manajer Persis Riyadi Syarifudin membenarkan bahwa Persis sudah angkat kaki dari mes lama. Dan seluruh barang-barang telah dipindahkan ke lokasi baru.

Sayangnya hingga saat ini manajemen belum menyewa mes baru untuk pemain. “Sementara kami sewa rumah untuk menaruh semua barang. Ini sampai status force majeure dicabut atau berhenti. Lokasi rumahnya di daerah Colomadu,” terangnya

Pria yang akrab disapa Bona tersebut mengakui sengaja tak langsung menyewa mes baru. Hal ini lantaran manajemen belum bisa memastikan kapan bisa mengumpulkan pemain lagi. Ini menyusul keputusan PSSI untuk menghentikan sementara kompetisi Liga 2 sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Dari surat yang disebar ke klub peserta, mulai Maret hingga Juni akan masuk di status force majeure. Semua pihak akan menunggu hingga 29 Mei. Jika saat itu status tanggap darurat korona sudah bisa dicabut pemerintah, bisa dipastikan kompetisi akan dilanjutkan mulai 1 Juli mendatang. Namun bila hingga 29 Mei masih berlangsung tanggap darurat korona, PSSI terpaksa mengumumkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 harus dihentikan.

Di fase menunggu kepastian soal kompetisi ini, para pemain Persis diliburkan dari segala aktivitas beban latihan. Pemain dan pelatih juga dipersilakan untuk pulang ke kota asalnya masing-masing. Bona mengakui jika ada kabar positif, besar kemungkinan tim akan kembali dikumpulkan Mei mendatang.

“Paling cepat 29 Mei (pemain dikumpulkan di Solo), kalau paling lama tentu menunggu kabar dari PSSI,” ujarnya. (nik/ria)