Persela Dukung Ide Madura United Agar Shopee Liga 1 2020 Dihentikan Total

Persela Lamongan mendukung usulan Direktur Madura United, Haruna Soemitro, supaya Shopee Liga 1 2020 dihentikan total.

Manajer Persela Lamongan, Edy Yunan Achmadi, mengatakan mendukung ide tersebut karena penyebaran virus corona di Indonesia makin masif. Pandemi virus corona juga belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Pada awal pekan ini saat wawancara eksklusif dengan Bola.com, Haruna Soemitro melontarkan ide agar Shopee Liga 1 2020 dihentikan dan dimulai lagi pada 2021.

Mantan manajer Persebaya itu membeberkan beberapa alasan. Haruna menyebut saat ini fokus utama adalah menjaga keselamatan akibat pandemi COVID-19. Jika wabah ini telah berakhir, dan pentas kasta tertinggi itu tetap dipaksakan bergulir lagi pada tahun ini maka tidak akan maksimal hasilnya.

“Dukungan Persela ini bukan karena posisi kami yang berada di paling bawah klasemen Liga 1. Kami mendukung ide Madura United dengan alasan karena ini murni asas kemanusiaan,” kata Edy Yunan Achmadi, Jumat (4/4/2020).

Yunan Achmadi mengatakan hingga sekarang sulit memprediksi kapan pandemi virus corona tuntas.

“Jika mengamati info dari pemerintah, pandemi ini makin meluas dan tak bisa diprediksi waktu akhirnya. PSSI pun telah memutuskan kompetisi di Indonesia dalam kondisi force majeure,” katanya.

Bisa Kurangi Beban PSSI

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Bola.com. Haruna dengan gamblang membeberkan usulannya tentang nasib kelanjutan kompetisi Liga 1 2020.

“Saya tak mau berandai-andai. Lebih baik kompetisi 2020 di-shutdown. Kita restart sepak bola Indonesia pada 2021 sehingga pemain dan klub dapat kepastian dan fokus ke musim 2021,” kata Haruna.

“Jika PSSI memutar lagi kompetisi bulan Juni akan benturan dengan masa TMS (transfer matching system), karena FIFA membuka lagi TMS untuk tansfer windows kedua bulan Juli. Bila bulan Juni diputar lagi, klub-klub memainkan empat pertandingan.”

“Jika ditotal tujuh partai ditambah yang tiga pekan lalu. Tujuh laga tak cukup untuk menilai kinerja pemain asing yang ada. Jika musim 2020 di-shutdown, kami juga mengurangi beban pikiran PSSI, sehingga federasi bisa fokus menyiapkan Piala Dunia U-20 mendatang, tanpa terganggu kompetisi domestik,” imbuh Haruna.