Suporter Persela Kumpulkan Donasi, Panser Biru Jual Masker

Pandemi virus korona yang melanda Indonesia membuat suporter-suporter di Indonesia bergerak membantu sesama. Atas nama kemanusiaan, mereka ramai-ramai mengumpulkan donasi lantas menyalurkan bantuan tersebut ke beberapa pihak terdampak virus korona tersebut.

Gerakan itu salah satunya dilakukan dua kelompok suporter Persela Lamongan, LA Mania dan Curva Boys 1967. Keduanya sama-sama bergerak dalam satu langkah yang mereka namai songgo bareng. Lewat gerakan songgo bareng, LA Mania dan Curva Boys mengumpulkan sumbangan berupa masker, hand sanitizer, dan alat pelindung diri (APD). Kedua kelompok suporter itu juga mengetuk donasi berupa rupiah dari para anggotanya. Aksi penggalangan dana dan beberapa keperluan medis itu dilakukan sejak awal pekan.

“Kami menyadari betapa besarnya dampak penyebaran covid-19 ini. Tak terkecuali di Lamongan. Karena itu, kami melakukan gerakan ini. Donasi ini akan kami salurkan ke tenaga medis dan masyarakat yang membutuhkan,” kata Dirigen LA Mania Teguh Santoso alias Karembo.

Gerakan serupa juga dilakukan salah satu kelompok pendukung PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). Dari aksi penggalangan dana yang mereka lakukan dari 23 Maret hingga 2 April 2020, terkumpul donasi tak kurang dari Rp 44,9 juta. Dana itu akan mereka gunakan untuk membeli APD yang bakal disalurkan ke rumah sakit dan puskesmas yang ada di Sleman.

Di Semarang, salah satu kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru juga melakukan aksi serupa. Mereka melakukan penjualan masker dengan pembayaran seikhlasnya. Selain itu, juga menggalang dana lewat koordinator wilayah (korwil) yang tersebar di seantero ibukota Jawa Tengah tersebut.

“Hasilnya (penjualan masker) nanti kami belikan sembako yang kami gabungkan dengan hasil donasi dari korwil-korwil. Sembako itu akan kami ke masyarakat yang membutuhkan,” terang Ketua Panser Biru Kepareng Wareng.

Rencananya, donasi itu akan disalurkan Senin (6/4) nanti. Wareng menyebut pekan lalu sejatinya Panser Biru sudah melakukan penyaluran bantuan. “Tapi, waktunya hanya terbatas ke beberapa orang. Kalau kali ini sifat penyalurannya lebih umum,” ujar Wareng. (jawapos)