Manajemen PSIM Potong Gaji Pemain Sejak Maret

PSIM Jogjakarta ternyata telah melakukan pemotongan gaji 75 persen mulai Maret. Kebijakan ini sesuai dengan arahan dari PSSI, setelah Liga 2 dibekukan dengan status force majeure. Ini buntut dari penyebaran wabah virus korona (Covid-19), yang membuat PSSI memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi.

Manajer PSIM David MP Hutauruk mengatakan, pemangkasan gaji 25 persen dianggap sebagai solusi yang tepat karena kompetisi yang vakum. “Untuk Maret sudah kami bayarkan, kemarin. Besarnya 25 persen sesuai arahan dari federasi. Kalau kami membuat kebijakan sendiri, nanti takutnya malah ada kesalahan. Untuk itu, kami ikuti saja arahan dari federasi,” bebernya.

Mengenai rencana revisi kontrak, manajemen PSIM belum dapat memberikan jawaban pasti. Pihaknya masih menunggu kejelasan nasib kompetisi Liga 2 2020. Pada kompetisi musim ini, PSIM baru bermain sekali di wilayah barat Liga 2 2020, yakni saat menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Sriwijaya FC (15/3).

“Sekarang ini kondisinya semua serba belum pasti. Termasuk kapan pertandingan berjalan lagi. Jadi belum bisa bicara soal kontrak. Revisi atau apa nanti tergantung adanya titik terang kompetisi,” jelas David. (nik/radar solo)