Ini Bedanya Liga Bosnia dan Liga Indonesia Menurut Serif Hasic

Bek PSM, Serif Hasic menjadi salah satu pemain asal Eropa yang pertama kali merasakan keras dan ketatnya kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1.

Serif didatangkan PSM awal musim ini dari klub Bosnia, Mladost Doboj untuk menggantikan peran Marc Klok yang hengkang ke Persija.

Bersama PSM, Serif Hasic sudah mencatatkan lima penampilan, tiga di Liga 1 dan dua di AFC Cup.

Meski baru merasakan beberapa pertandingan akibat kompetisi yang dihentikan, pemain 32 tahun itu mengaku sudah merasakan perbedaan antara liga di Indonesia dengan di negara asalnya, Bosnia.

Hasic mengatakan, perbedan mendasar ada pada antusias suporter, dimana di Indonesia menurutnya memiliki banyak suporter fanatik.

“Perbedaan dengan di Bosnia, di sini stadion penuh dengan suporter dan banyak pengikut media. Dalam hal kualitas, liga di sini tidak jauh di belakang Liga Premier Bosnia,” ungkap Serif Hasic dikutip dari media Bosnia, Sport1.ba, Selasa (1/4/2020).

Serif juga mengatakan, saat ini ia tak bisa melakukan apa-apa di Indonesia karena liga telah dihentikan akibat pandemi Viris Corona, sementara ia tidak bisa pulang ke negara asalnya.

“Saya cukup bosan karena saya jauh dari keluarga saya dan saya saat ini sedang menunggu bandara untuk dibuka sehingga saya bisa pulang ke Bosnia,” katanya.

“Saya menghabiskan waktu di hotel dan kadang-kadang pergi ke pantai terdekat untuk meregangkan kaki saya,” tambahnya.

Serif juga berharap, pandemi Virus Corona di dunia, khususnya Indonesia dapat segera berakhir dan seluruh aktivitas bisa normal lagi.

“Saya sangat berharap bahwa semua ini akan tenang sesegera mungkin sehingga kehidupan dan bahkan olahraga dapat kembali normal,” pungkasnya.

Mantan pemain Mladost menambahkan, bersama PSM Ia bertekad menjuarai Shopee League 1 Indonesia, dan meraih hasil terbaik di AFC Cup. (*)