Bek PSMS Muhammad Rifqi Terima Kebijakan Pemotongan Gaji

Stoper PSMS Medan, Muhammad Rifqi, menerima kebijakan klub yang hanya membayarkan 25 persen gaji selama Liga 2 dihentikan sementara.

Ini artinya, para pemain akan kehilangan sebagian besar jumlah pemasukan selama sekitar dua bulan ke depan.
Pemain berusia 27 tahun ini pun memilih berhemat selama gaji dibayar hanya 25 persen saja.

“Bersyukur sajalah dengan kondisi seperti ini walaupun dibayar 25 persen. Cuma ya menyiasatinya dengan menghemat aja. Harusnya ada perencanaan baik-baik,” ujar Rifqi, Selasa (31/3/2020).

Pemotongan gaji tersebut, menurut Rifqi sangat berdampak baginya.

“Aku sendiri sebenarnya sudah punya rencana mau menggunakan gaji untuk beli sesuatu. Tapi dengan pemotongan ini ya harus disusun ulang lagi apa yang mau dibeli,” beber mantan pemain Barito Putera dan Semen Padang ini.

Untuk mengakali kurangnya pemasukan selama masa krisis Covid-19, beberapa pemain PSMS mengalihkan waktu dan tenaganya untuk pekerjaan sampingan.

Berbeda dengan Rifqi, ia merasa masih cukup dengan gajinya saat ini.

Pemain yang belum menerima endorseproduk ini mengaku bersyukur saja bahwa pemain masih tetap bergaji selama kompetisi diliburkan.

“Waduh, aku enggak ada gitu-gitu. Enggak ada kepikiran side job atau endorse produk. Tapi, enggak terbayang bagaimana nasib kalau kompetisi memang diselesaikan,” bebernya.

Ia pun berdoa wabah Covid-19 segera berakhir.

“Makanya kita semua sama-sama berdoa dan bisa menjaga diri kita masing masing. Hampir seluruh dunia merasakannya. Minimal jangan sampai kita juga tambah susah karena kita terkena penyakit ini,” harapnya. (lam)

Jangan Pukul Rata

PSSI memutuskan setiap klub boleh membayar gaji pemainnya sebesar 25 persen saja selama kompetisi Liga 2 maupun Liga 1 dihentikan sementara.

Klub diizinkan membayar gaji pemain dan ofisial seperempatnya saja pada periode Maret hingga Juni. Hal itu tertuang pada poin kedua dalam surat nomor 48/SKEP/III/2020, yang ditandatangani Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pada 27 Maret 2020 lalu.

Klub Liga 2 PSMS Medan juga bakal memberlakukan keputusan dari PSSI itu. Manajemen sepakat membayar gaji pemain hanya 25 persen saja. Tapi ada catatan, khusus buat pemain yang gajinya di bawah Rp 7 juta, bakal ada penambahan.

Stoper PSMS, Muhammad Rifqi harus menerima dengan keputusan tersebut. Mau enggak mau ia harus setuju lantaran kondisi yang tidak memungkinkan saat ini.

“Kalau kondisi seperti ini ya sebagai pemain kita harus setuju. Beginilah dampak dari Virus Corona. Karena musibah ini sesuatu yang enggak kita duga juga,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

“Cuma menurut aku ada baiknya jangan dipukul rata semua 25 persen. Karena gaji kita enggak sama, ada yang besar dan kecil jadi disesuaikan sesuai standar ajalah, setidaknya cukup untuk hidup,” tambahnya. (lam)