PSSI Putuskan Klub Bayar Gaji Pemain Maksimal 25%, Manajemen PSMS Setuju

Manajemen PSMS Medan menyetujui keputusan PSSI yang mewajibkan setiap klub liga 1 dan liga 2 membayarkan maksimal 25 persen gaji para pemainnya pascadihentikannya kompetisi akibat wabah virus corona (covid-19).

“Jadi internal kami (manajemen) sudah rapat membahas itu. Intinya sepakat dengan surat keputusan PSSI soal gaji pemain yang 25 persen,” kata Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja, Senin (30/3/2020) sore.

Namun kata Julius, meski setuju keputusan induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut, manajemen tetap punya kebijakan tersendiri khususnya bagi para pemain yang gajinya dinilai kurang jika hanya dibayarkan 25 persen.

Pria yang akrab disapa King ini mencontohkan, jika ada seorang pemain yang gajinya Rp 7 juta sebulan, berarti 25 persen hanya akan menerima sekitar Rp 1,7 juta selama mulai April hingga Juni.

“Tentukan menurut manajemen itu gak cukup,” imbuhnya.

Maka dari itu, dari hasil rapat manajemen, Julius mengatakan pihaknya telah memutuskan bahwa jika ada perhitungan gaji pemain yang dinilai terlalu kecil maka akan ditambah.

Dia mencontohkan jika dari 25 persen para pemain mendapat gaji di bawah Rp 2 juta maka, manajemen PSMS punya kebijakan menambah jumlah gaji tersebut menjadi Rp 2-2,5 juta.

“Ada juga (kebijakan) penyesuaian gaji, mana tahu ada yang kecil (dapat gajinya). Yang di bawah Rp 5 juta kita sesuaikan lah. Termasuk kitman, masseur. Artinya kalau gaji sudah besar dan sudah mencukupi ya sudah gak lagi. Tapi kalau minim karena terpotong 75 persen itu kita berpikir ulang sebagai rasa kemanusiaan,” terangnya.

Lebih lanjut kata Julius, kebijakan ini sengaja diambil agar kebutuhan para pemain tetap bisa tercukupi di tengah kompetisi yang masih libur saat ini.

Apalagi kata Julius sejumlah penggawa PSMS juga ada yang sudah berkeluarga dan harus memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.

“Artinya kita jangan kaku kali di situ (kebijakan 25 persen). Malah kalau kita bandingkan dengan klub lain ada yang lebih parah, ada yang 5 persen, 15 persen, itu kan maksimal 25 persen. Yang penting (soal gaji) PSMS tetap kooperatif dan mau ikut bagaimana pemain ini supaya bagus dan ke depan lebih kompak,” pungkasnya.

(Can/Tribun-medan.com)