Kapten Persela Lamongan Pasrah Soal Pemotongan Gaji 75 Persen

Kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto menyatakan pasrah dengan keputusan manajemen perihal pemotongan gaji.

Pandemi virus corona saat ini telah melumpuhkan sepak bola Indonesia.

PSSI menghentikan sementara Shopee Liga 1 2020 hingga akhir Mei 2020.

Salah satu keputusan PSSI dalam menyikapi pandemi COVID-19 ini adalah klub boleh melakukan perubahan dalam kontrak dengan seluruh anggota tim.

Klub diwajibkan membayar gaji yang sudah disepakati maksimal sebesar 25 persen.

Dilansir BolaSport.com dari Tribun Jatim, Eky mengatakan bahwa seluruh anggota tim Persela Lamongan harus bisa menerima keadaan ini.

Namun dirinya berharap ada kebijakan dari manajemen tim Laskar Joko Tingkir itu mengenai gaji mereka untuk bulan Maret.

“Kami berharap bulan Maret dibayarkan gaji full karena kami di bulan Maret juga ada match,” tuturnya.

Pemain asal Sragen ini juga menanggapi situasi sepak bola nasional saat ini.

Menurutnya karena hal ini sifatnya adalah bencana maka harus ikhlas menerimanya.

“Ini memang menjadi musibah bagi seluruh manusia, ini di luar dari nalar kami,” ujar pemain berusia 29 tahun ini.