Gaji Hanya Dibayarkan 25 Persen Selama Kompetisi Berhenti, Dua Pemain Asing Borneo FC Angkat Bicara

Pembayaran gaji pemain hanya 25 persen selama kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan sementara akibat wabah Virus Corona.

Akibat mewabahnya Virus Corona atau covid-19 di Indonesia, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 terpaksa dihentikan sementara yang berdampak pada pemain.

Selain tidak lagi dapat merumput bersama klubnya masing-masing, pemain juga terancam tidak mendapatkan gaji dengan penuh sesuai kesepatakan kontrak pemain dengan manajemen.

Hal itu menyusul keputusan PSSI yang memperbolehkan klub membayar gaji pemain, tim pelatih dan official maksimal 25 persen selama kompetisi dihentikan sementara.

Keputusan tersebut tertuang di poin dua dari enam point keputusan yang dikeluarkan PSSI, yakni klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani atau disepakati antara klub dengan pemain, pelatih, dan official

atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja.

Terkait dengan keputusan yang dinilai dapat merugikan para pemain, dua pemain asing Borneo FC Samarinda angkat bicara, yakni Javlon Guseynov dan Francisco Torres.

Javlon, pemain berkebangsaan Uzbekistan itu menilai keputusan tersebut bukanlah akhir. Bahkan, menurutnya akan lebih baik jika klub membicarakan hal itu langsung kepada pemain.

“Saya pikir ini bukan keputusan akhir, akan lebih baik jika klub dan pemain mendiskusikannya soal kontrak, lalu memutuskannya,” ucapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (31/3/2020).

Kapten kedua Borneo FC itu menyadari kondisi seperti ini memang menyulitkan klub. Namun, dirinya tetap berharap ada keputusan yang tepat bagi kedua belah pihak.

“Saya tahu ini keputusan sulit untuk klub, dan kami akan mendukung satu sama lain, saya berharap kami membuat keputusan yang benar,” harapnya.

“Semoga kompetisi dapat segera mungkin dimulai,” sambungnya.

Sementara itu, Francisco Torres, striker asal Brazil ini mengaku tidak ingin terlalu banyak membahas mengenai hal itu, dan lebih berharap agar wabah Virus Corona dapat segera berakhir.

“Saya tidak ingin bicara tentang itu, karena hal itu adalah keputusan mereka. Jadi, pada saat ini saya ingin semuanya selesai,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dikondisi seperti ini pemerintah haruslah memiliki solusi yang tepat agar semua orang aman, dan semuanya dapat kembali beraktivitas tanpa ada rasa takut terjangkit Virus Corona.

“Pemerintah dapatkan solusi untuk tetap membuat semua orang aman, dan semuanya bisa kembali bekerja. Ya, kita semua menantikan agar kompetisi dapat kembali bergulir, terlebih fans di Samarinda juga sangat mencintai klub Borneo FC ini,” pungkasnya. (*)