Deretan Anggota TNI yang Menjadi Skuad Sriwijaya FC Musim ini, Berambisi Bawa SFC Promosi Liga 1

Saat ini skuad Sriwijaya FC tengah diliburkan karena menyebarnya virus corona.

PSSI dan PT LIB telah memutuskan memberhentikan kompetisi dan bila keadaan membaik, kompetisi bakal digelar pada 1 Juni 2020 mendatang.

Tak seperti musim-musim biasanya, saat ini Sriwijaya FC tercatat memiliki tiga orang pemain yang merupakan anggota TNI.

Selain Imam Bagus Kurnia dan Bagus Wijaya, fullback Sriwijaya FC Derry Herlangga juga merupakan anggota TNI dari kesatuan Kostrad.

Saat ini, Bagus Wijaya mantan pemain PSAD ini bertugas di Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 200/Bhakti Negara Kodam II/Sriwijaya, dan Imam Bagus Kurnia di kesatuan POM TNI AD.

Masuknya Derry Herlangga menjadi abdi negara ini lantaran prestasi sepakbolanya dan sempat ditentang orangtuanya lantaran khawatir karir sepakbolanya bakal mandeg jika masuk tentara.

Derry Herlangga bersama Bagus dan Imam, bertekad membawa Sriwijaya FC promosi ke Liga 1.

Derry mengawali dari ikut SSB kelas 5 SD di Asiop Senayan Jakarta di tahun 2005 sampai 2008. Pindah ke Asian Soccer Academy 2008-2010, Urakan FC klub bola di Jakarta untuk bantu Piala Suratin 2012-2013, Masuk PPLP DKI Jakarta 2010-2013.

“Dipanggil Timnas U-19 Indra Sjafri tour Indonesia. Cuma belum rezekinya gak lolos. Lalu ikut Kejurnas PPLP se Indonesia terpilih mewakili PPLPL DKI seleksi itu lolos ke Thailand dapat juara 2,” ungkap Derry.

Sepulang Timnas Pelajar, ia dihubungi oleh pelatih untuk ikut Kejuaraan Mahasiswa POM Asian University Games 2014 di Palembang mewakili Timnas Mahasiswa.

Disana ia meraih juara 2. Selanjutnya pada tahun 2015 ia bergabung di tim Pra PON DKI Jakarta dan lolos ke PON XIX Jabar 2016.

Sembari persiapan PON ia juga tergabung dalam persiapan PS TNI U-21 dan mengikut Tim U-21 2016-2017 DKI yang berhome base di Bogor.

Menjadi juara 1 duajabg ISC, lantas ia ditawari menjadi anggota TNI.

Disana ia satu tim dengan Imam Bagus Kurnia (Kacong) setelah dapat hasil juara.

“Pak Eddy Rahmayadi masih Pangkostrad direkomendasi. Dan sekarang saya masih anggota aktif kesatuan Kostrad. Setelah PS TNI U-21 diperintah Pak Eddy gabung Liga 2 ke PSMS Medan. Dan Alhamdulillah bisa lolos Liga 1 2017. Lalu ada perintah ke PS Tira 2018 bertahan di Liga 1. 2019 masih di PS Tira Persikabo sudah berubah nama,” beber Derry menceritakan perjalanan karir sepakbolanya yang membawanya menjadi anggota kesatuan Kostrad.

Dulu di SSB Derry berposisikan wing back, baik itu bek kanan maupun bek kiri. DI PPLP DKI mencoba dan dilihat pelatih ia pantas diposisikan sebagai Gelandang Bertahan.

Sampai di Timnas Pelajar. Di tahun 2017 sampai sekarang kembali jadi wing back.

Derry menceritakan waktu dilirik ada satu atasan menawarkan begabung dengan PS TNI. Ia pun tertarik dan rela mengabaikan tawaran lain dari Persija U-21.

“Kalau kamu bisa bawa tim ini juara kamu bisa jadi anggota TNI. Saya pikir saya mau jadi anggota TNI biar bisa mengangkat derajat orangtua. Saya bilang saya mau. Kebetulan kita membela DKI ada tawaran 7 pemain Persija U-21. Lebih pertimbangannya prospek masa depan,” ujarnya.

Setelah memilih PS TNI U-21 ia menelpon ayahnya yang sempat tidak setuju kalau jadi anggota TNI berdinas nanti khawatir karir sepakbola tidak bisa lagi.

“Setelah saya jelasi masih bisa, ortu bilang ini pilihan kamu, kamu yang jalani, beliau hanya bisa berdoa. Seperti di tahun 2018 kompetisi habis mau masuk ke 2019 ada dinas, layaknya prajurit biasa mengenakan pakaian loreng. Dapat piket jaga malam,” ujarnya.

Ia bertekad membawa Sriwijaya FC kembali ke Liga 1 juga disupport sang istri tercinta atlet Pelatnas Asian Games cabor squash, Catur Yuliana.

“Mudah-mudaan kesuksesan bawa naik PSMS Medan naik ke Liga 1 bisa terulang bawa Sriwijaya FC kembali ke Liga 1. Dorongan istri pasti mendukung kebetulan sama-sama atlet (squash) tahu porsi dan tugasnya atlet. Kebetulan istri Pelatnas sama-sama sibuk punya tugas, baru tahun ini target belum ada lagi. Rencana mau dampingi ke Palembang,” kata Derry Herlangga yang saat ini mengontrak di Perumahan Arka Dia belakang OPI Mall.