Dari Jakarta, Pemain Bhayangkara FC Pilih Pulang Kampung ke Kupang

Pemain Bhayangkara FC, Alsan Sanda, memutuskan untuk pulang kampung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Keputusan itu diambil Alsan Sanda untuk bisa menjalani aktivitas latihan mandiri di Kupang.

Sama halnya dengan klub-klub lain di Indonesia, Bhayangkara FC juga meliburkan para pemainya hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Para pemain Bhayangkara FC dipulangkan usai menjalani tes Covid-19 di mes Bhayangkara FC, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2020).

Alsan Sanda juga tak melewatkan kesempatan ini untuk kembali ke Kupang.

“Kemarin pulang habis tes (Covid-19), karena kan liganya belum jelas kapan mulai lagi jadi kami dipulangkan dulu,” kata Alsan Sanda dikutip Bolasport.com dari Superskor.

Pemain yang berposisi sebagai bek sayap ini mengungkapkan ia akan menjalankan program latihan di rumah setiap harinya.

Alsan Sanda mengatakan materi latihan sudah diberikan pelatih fisik Bhayangkara FC sehingga materinya akan tetap sama.

“Di rumah ada materi dikasih pelatih fisik, jadi setiap hari itu kami buat video, laporan harian setiap hari durasi tergantung pelatih fisik. Sesuai intruksi dari dia apa yang akan kami buat,” ujarnya

Penghentian kompetisi oleh PSSI dirasakan langsung dampaknya oleh para pemain dan pelatih.

Selain mereka harus menjalankan latihan secara mandiri, para pemain tidak akan mendapat gaji penuh selama kondisi force majure ini.

Diungkapkan oleh Alsan Sanda perihal gaji tersebut, ia masih bersyukur pendapatan mereka tidak dipotong seluruhnya.

“Rencana dari PSSI katanya ada pembayaran 25 persen. Kalau begitu sih, setuju jadi tidak sampai stop pendapatan teman-teman. Kalau kami polisi kan kami masih bisa bertugas, walaupun tidak sebanyak main bola, tapi tidak stop sama sekali,” jelas Alsan.

Pemain yang juga anggota kepolisian itu berharap wabah virus covid-19 akan cepat berlalu dan kehidupan berangsur normal kembali.

“Saya berharap semoga permasalahan covid-19 ini bisa cepat selesai.”

“Jadi Liga tidak sampai berhenti karena kasihan banyak teman-teman yang menggantungkan kehidupan dari situ. Kasihan ada yang belum terpenuhi kebutuhannya,” tandas Alsan.