Striker PSIS Semarang Tak Masalah Gajinya Dibayar 25 Persen, Tetapi

Striker PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto, tak mempermasalahkan gajinya dipotong sebesar 75 persen asalkan untuk bulan Maret tetap dibayar full.

PSSI selaku induk sepak bola nasional memberikan surat edaran kepada klub kontestan Shopee Liga 1 pada Jumat, (27/3/2020).

Dari keenam poin yang tertera pada surat tersebut, terdapat satu putusan yang berisi mengenai gaji para pemain selama libur kompetisi.

“Klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani atau disepakati antara klub dan pemain, pelatih, dan offisial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja,” sebut isi surat tersebut pada poin kedua.

Menanggapi hal tersebut, Hari Nur Yulianto berharap segera ada pertemuan antara pemain dan manajemen untuk membahas terkait gaji.

Ia mengaku sampai hari ini belum ada kabar dari manajemen PSIS Semarang untuk membahasnya.

“Kalau dari manajemen belum ada pemberitahuan kontrak, termasuk rencana pembaruan gaji yang dibayarkan sebesar 25 persen, belum ada pembicaraan apapun dengan semua pemain,” kata Hari Nur, Senin (30/3/2020).

Pemain kelahiran Kendal, Jawa Tengah, itu berpendapat kalau memungkinkan para pemain digaji penuh untuk bulan Maret.

Pasalnya, para pemain telah banyak melakukan kegiatan termasuk laga Shopee Liga 1.

Ia tak memungkiri bahwa kondisi yang disebabkan pandemi virus corona berdampak cukup besar bagi dunia sepak bola.

Ia juga berharap pandemi wabah virus bisa cepat teratasi dan kompetisi dapat digelar kembali.

Sehingga pemain mendapat jatah gaji yang sesuai kesepakatan dalam kontrak.

“Sampai Maret kan masih ada aktivitas.”

“Semoga kami tetap mendapatkan hak yang penuh, setelah itu baru kami bicarakan bersama untuk bulan berikutnya,” ujar Hari Nur.

“Memang ini musibah, jadi semua tidak ada yang tahu, harapannya ada jalan terbaik,” ujar Hari mengakhiri.