PSIS Dukung Kebijakan PSSI Soal Gaji 25 Persen untuk Pemain

Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, A S Sukawijaya mendukung penuh kebijakan PSSI yang mengharuskan klub membayar gaji sebesar 25 persen kepada pemain dan official di tengah libur kompetisi Liga 1 2020 akibat wabah virus Corona.

Menurut pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini, kebijakan PSSI tersebut bisa menyelamatkan pemain dan official untuk tetap mendapatkan haknya di tengah kondisi kahar.

“PSIS mendukung kebijakan itu (red-gaji 25 persen). Keputusan tersebut saya pikir sudah solusi yang tepat dan PSSI menunjukkan bahwa mereka tetap melindungi pemain dan official di tengah situasi seperti ini,” tutur Yoyok Sukawi kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Senin (30/03/20) siang.

“Kalau PSSI tidak membuat keputusan itu, nanti justru payung hukumnya tidak jelas dan bisa-bisa klub tidak membayar gaji di tengah situasi force majeure,” imbuhnya.

Dalam surat resmi PSSI kepada klub-klub Liga 1 dan Liga 2 pada Jumat (27/03/20), pihak federasi memang menginstruksikan kepada seluruh klub untuk membayar gaji maksimal 25 persen pada Bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 kepada pemain dan official.

Saat disinggung soal PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa saat ini timnya tengah membahas solusi terbaik soal gaji pemain supaya tidak ada yang dirugikan dalam pelaksanaannya dan segera memberi kabar ke pemain jika semuanya sudah beres.