Pimpinan Madura United Berharap Keputusan PSSI Tidak Lagi Diperdebatkan

Madura United menegaskan bakal mematuhi surat dari PSSI terkait status force majeure untuk Liga 1 2020 berserta keputusan turunannya, yaitu pembayaran maksimal 25 persen untuk gaji pemain selama Maret, April, Mei, dan Juni.

“Gaji pemain tetap kami bayar meski ada pengumuman bahwa kompetisi sementara ini dihentikan,” tutur Ziaul Haq, Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PMBM) selaku payung Madura United.

Meski begitu, keputusan PSSI tersebut memang tak bisa memuaskan semua pihak, terutama dari pihak pemain. Asosiasi Pesepakbola Bola Profesional Indonesia (APPI) memprotes PSSI mengizinkan klub membayar gaji pemain sebesar maksimal 25 persen.

Menurut APPI, kebijakan tersebut dinilai berat sebelah. Keputusan itu dibuat tanpa melibatkan perwakilan pemain.

Di situasi ini, Haq berharap semua pihak memahami bahwa kondisinya memang sedang tidak ideal.

“Semua pihak harus sama-sama memahami bahwa situasi ini adalah force majeure. Hal-hal yang menjadi kewajiban sebagaimana petikan surat dari PSSI tentunya bukan hal diperdebatkan di tengah situasi saat ini,” tuturnya. halaman 2 dari 2