Tanpa Bek Asing, Persela dan Persebaya Jadi Tim dengan Pertahanan Terapuh

Persela dan Persebaya menjadi dua tim dengan angka kebobolan tertinggi dalam tiga pekan awal Liga 1 2020. Ternyata ada kesamaan dari mereka, yaitu sama-sama tak menggunakan nama asing di lini pertahanannya.

Artinya, sektor belakang mereka murni dihuni 100 persen pemain lokal. Kondisi ini tentu menjadi barang langka di kontestan liga pada umumnya.

Pasalnya, banyak tim yang menyebar komposisi pemain asingnya di setiap lini, belakang, tengah, dan depan.

Meski masih terlalu dini dalam mengadili keduanya, yang jelas fakta tanpa bek asing membuat pertahanan mereka terbilang buruk.
Persela dalam tiga laga sudah kemasukan delapan gol. Artinya, rata-rata kemasukan mereka 2,6 perlaga.

Delapan gol yang bersarang ke gawang Persela adalah milik Persib (3), PSIS (3), dan Borneo FC (2).

Sementara itu, Persebaya kemasukan lima gol. Tapi, hanya dari dua laga saja.

Rata-rata gawang mereka kebobolan 2,5 gol di setiap pertandingan. Angka tersebut menjadi catatan terburuk kedua setelah Persela.
Persik menyumbang satu gol dan Persipura memberikan empat gol untuk jumlah kebobolan Persebaya.

Namun, belum tentu kondisi itu terjadi karena mereka tak memakai jasa pemain asing. Bisa saja lini pertahanan mereka masih butuh waktu untuk lebih kukuh. Semoga saja! (Bolalob)